Apa itu Suku Bajau?

by
March 12th, 2015 at 10:25 am

CiriCara.com – Suku Bajau merupakan salah satu suku bangsa yang berasal dari Kepulauan Sulu Filipina Selatan. Suku ini mempunyai kehidupan yang berpindah-pindah (nomaden) terutama bagi mereka yang hidup di atas laut (gipsi laut). Sejak ratusan tahun silam suku Bajau tersebar ke negeri Sabah dan beberapa wilayah di Indonesia.

suku bajau

Suku Bajau – Ist

Suku Bajau merupakan anak negeri di negeri Sabah. Suku tersebut juga terdapat di pesisir Kalimantan Timur hingga Kalimatan Selatan sekaligus menduduki pulau-pulau di sekitarnya. Keberadaan suku Bajau ini merupakan migrasi dari arah utara Kalimantan yang masuk lewat pesisir.

Adapun wilayah Indonesia yang terdapat suku Bajau, yaitu:

  1. Bontang, Berau di Kalimantan Timur 
  2. Kota Baru atau Rampa Kapis di Kalimantan Selatan 
  3. Selayar di Sulawesi Selatan
  4. Nusa Tenggara Barat
  5. Sulawesi Tenggara
  6. Pulau Boleng, Seraya, pulau Komodo, Longos di Nusa Tenggara Timur
  7. Sapeken, Sumenep

Bahasa suku Bajau yang digunakan adalah bahasa Bajau dengan dialek yang berbeda-beda dengan satu sama lain. Bahasa Bajau ini ada kemiripan dengan orang Filipina dan Malaysia, karena suku Bajau, selalu mengadakan interaksi musiman secara teratur dengan warga Filipina dan Malaysia. Bahasa Bajau kategori rumpun bahasa Barito Raya dengan posisi rumpun bahasa sebagai berikut:

  • Bahasa Inabaknon (Filipina),
  • Rumpun bahasa Sulu-Borneoa berjumlah tujuh bahasa yang dibagi menjadi beberapa kelompok, sebagai berikut:
  1. Bahasa Bajau (bahasa Bajau Indonesia (Sulawesi), bahasa Bajau Pantai Barat (Sabah) dan bahasa Mapun (Filipina)
  2. Bahasa Sama Kepulauan Sulu Dalam: bahasa Balangingi (Filipina), bahasa Sama Tengah (Filipina), dan bahasa Sama Selatan (Filipina)
  • Bahasa Sama Pengaturan (Filipina). Agama dan kepercayaan orang suku Bajau memeluk agama Islam, hanya saja sistem kepercayaan animismenya masih kuat. Sehingga menjadi salah satu ciri yang khas bagi kebudayaan Sukau Bajau tersebut.

    Di suku Bajau bahwa sistem pernikahanya  mengikuti hukum perkawinan Islam dengan ditambahnya upacara perkawinan sesuai dengan adat istiadatnya. Seorang mempelai wanita akan hidup bersama dan akan ikut perahu orangtua suaminya segera setelah usai upacara pernikahan tersebut. Ada kalanya pihak mempelai putri untuk membuat kapal sendiri, kemudian mereka menetap di kapal tersebut.

Penulis: MasArif

Comment di sini