Apa itu Upacara Ngaben?

by
March 12th, 2015 at 11:05 am

CiriCara.com – Ngaben adalah salah satu jenis upacara yang biasa diselenggarakan oleh umat Hindu di Bali, dan upacara tersebut merupakan upacara yang dipersembangkan kepada leluhur (Pitra Yadnya). Secara etimologis bahwa Ngaben berasal dari kata api yang mendapatkan awalan nga dan berakhiran an, atau ngapian, kemudian disandikan menjadi ngapen sehingga bergeser menjadi ngaben.

ngaben

Upacara Ngaben – Ist

Pada upacara ini selalu menggunakan api, dan api yang digunakan adalah api kongkret (api sebenarnya) dan api abstrak atau api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta. Adapun istilah dari versi lain bahwa ngaben asalnya kata beya atau bekal. Sehingga ngaben merupakan pemberian bekal kepada leluhur sebagia bekal perjalanan menuju Sunialoka.

Upacara ngaben yang dilakukan oleh umat Hindu mempunyai beberapa tingkatan, yaitu:

  1. Ngaben Sawa Wedana. Merupakan upacara pembakaran jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu). Pelaksanaan upacara ini memakan waktu 3-7 hari dimulai dari meninggalnya jenazah tersebut. Sementara dari pihak keluarga mempersiapkan segala keperluan untuk  upacara pembakaran, maka jenazah akan diletakan di balai adat di masing-masing rumah dengan pemberian ramuan agar awet jenazah itu. Seiring dengan perubahan zaman, maka pemberian ramuan tersebut digantikan dengan formalin agar praktis. Dan selama jenazah masih diletakan balai adat, dari pihak keluarga memperlakukan jenazah seperti halnya ketika masih hidup seperti memberikan makan disamping jenazah, membuatkan kopi, membawakan handuk dan pakaian, hal ini menurut kepercayaanya bahwa jenazah tersebut dianggap hanya tidur dan masih dilingkungan keluarganya.
  2. Ngaben Asti Wedana. Merupakan upacara yang melibatkan jenazah yang pernah dimakamkan. Upacara ini dibarengi dengan upacara ngagah (menggali kuburannya, kemudian mengupacarai tulang-belulang yang tersisa), hal tersebut dilakukan oleh masyarakat setempat dengan aturan adat yang telah ditentukan.
  3. Swasta. Merupakan upacara pembakaran jenazah maupun yang sudah menjadi tulang-belulang, hal ini dilakukan karena jenazah meninggal di luar negeri, jenazah tidak diketemukan dan lain-lain. Upacara jenazah ini biasanya disimbolkan dengan kayu cendana yang dilukis dan diisi dengan aksara magis sebagai tubuh dari atma atau si jenazah.
  4. Ngelungah. Merupakan upacara untuk anak yang belum copot giginya.
  5. Warak Kruron. Merupakan jenis upacara untuk bayi yang telat lahir (keguguran).

Demikian tentang Ngaben dan tingkatan-tingkatan ngaben. Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Cara Wisata ke Bali untuk Pemula

Comment di sini