Batu Akik Rusak Lingkungan

by
March 12th, 2015 at 2:44 pm

CiriCara.com – Demam batu akik melanda Indonesia. Saat ini, masyarakat masih berbunga-bunga atas tren batu mulia ini. Di satu sisi, banyak pihak yang kemudian memperoleh keuntungan dari aspek ekonomi. Artinya, potensi alam ini turut meningkatkan kesejahteraan.

batu giok aceh

Lokasi bongkahan batu giok Aceh yang jadi rebutan warga – Ist

Namun, sadarkah kita bahwa kesenangan ini hanya sesaat belaka? Kita harus awas terhadap bahaya lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang batu akik. Apa saja dampak buruknya?

Longsor

Mungkin kita tidak sadar bahwa batu akik merupakan Sumber Daya Alam yang tersimpan di dalam tanah dan tidak bisa diperbaharui. Seperti bahan tambang lainnya, hasil Bumi ini bisa diperoleh di permukaan tanah. Namun, jika ingin memperoleh hasil yang banyak, seseorang harus melakukan penggalian yang dalam.

Seperti yang penulis lansir dari laman kompas.com, untuk memperoleh 3 kilogran batu akik, penambang perlu menggali hingga kedalaman 16-20 meter. Bayangkan, berapa dalam lubang yang harus dibuat untuk memenuhi permintaan konsumen batu yang sedang gandrung saat ini?

Penggalian akan meluas membentuk terowongan-terowongan di dalam tanah. Sumber-sumbernya perhiasan alam ini pun sering kali berada di lahan miring. Pada akhirnya, kehilangan lapisan batuan akan mengurangi kekuatan tanah untuk menopang dirinya, apalagi saat hujan bahkan gempa Bumi. Begitulah sebuah longsor akibat batu akik bisa terjadi menurut Ahli Geologi Universitas Indonesia, Hardian, dalam Seminar Batu Permata di Jakarta.

Merusak Sumber Air

Firman Sponada, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Lampung, turut mengingatkan dampak lingkungan tren batu akik. Memang, bencana alam akibat eksploitasi alam terseut belum kita rasakan sekarang namun akan berakibat di masa depan.

Dengan menggali lahan 5 meter persegi, batu akik yang bisa diperoleh baru sebongkah saja. Artinya, banyak lahan yang digali kemudian dibiarkan begitu saja tanpa dikembalikan. Hal ini dapat merusak lansekap alam yang berdampak pada terganggunya sumber air. Akibat aktivitas tambang, produktivitas mata air tersebut dapat berkurang. Hal ini diperparah dengan penebangan pohon untuk menggali tanah-tanah yang mengandung akik.

Solusi

Agar tidak menyisakan kerusakan lingkungan bagi anak-cucu kita, penambangan batu akik sebaiknya dibatasi pada usaha skala rumahan saja, bukan besar-besaran. Sebaiknya, konsumen juga membatasi diri dalam mengoleksi batu akik. Pajak bisa jadi salah satu upaya untuk mengurangi permintaan batu alam ini.

Untuk megantisipasi ekploitasi berlebihan pemerintah berbagai daerah seharusnya menerapkan prosedur ijin tambang batu akik. Saat ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Tengah melaksanakan langkah tersebut. Penambang harus mengantongi ijin dari kabupaten/kota setempat dengan rekomendasi dari BLH. Perijinan harus dilengkapi dengan dokumen kelayakan lingkungan. Selain itu, penambangan yang menggunakan alat berat akan diperketat.

Penulis: Ummu Solid

Artikel terkait: Kata Cewek, Cowok Pakai Cincin Batu Akik Mirip Mbah Dukun

Comment di sini