Apa itu E-Paspor?

by
March 13th, 2015 at 1:27 pm

CiriCara.com – E-paspor atau paspor biometerik merupakan jenis paspor yang didalamnya memiliki ciri khas berupa data biometrik sebagai salah satu unsur  pengaman paspor. Data yang berupa biometrik ini dapat disimpan dalam bentuk chip yang ditanamkan pada paspor elektronik. Dan berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), data dalam paspor atau biometrik yang dianjurkan untuk digunakan adalah biometrik wajah pemegang paspor ditambah biometrik sidik jari sebagai data pendukung.

paspor

Paspor – Ist

Peruntukanya bahwa paspor biometrik atau E-paspor sudah digunakan oleh beberapa negara seperti Malaysia, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, Swedia dan lain-lain. Sedangkan di Indonesia baru menggunakan data biometrik pemohon paspor yang dijadikan salah satu unsur pengaman dalam penerbitan paspor versi Indonesia.

Secara bentuk fisik bahwa perbedaan yang menonjol antara paspor elektronik atau E-Paspor dengan paspor biasa adalah ada tidaknya chip sebagai tempat penyimpanan atau biometrik pemilik paspor. Akan tetapi, peranan chip itu sendiri sangat penting sekali karena tidak dapat dipalsukan sehingga jauh lebih aman dibandingkan dengan paspor biasa.

Apabila anda sering berkunjung ke luar negeri, anda sangat dimungkinkan dan dianjurkan untuk memiliki paspor jenis ini, karena di negara Eropha arau Amerika Serikat, mewajibkan para pemilik paspor menggunakan paspor biometrik. Dan ICAO mengumumkan agar setiap warga negara dunia termasuk Indonesia harus memiliki paspor biometerik, pemberlakukan penggunaan E-Paspor secara serentak dilaksankaan per-tahun 2015 nanti. Maka bagi anda yang belum memiliki paspor jenis ini atau paspornya sudah habis masa berlakunya disarankan untuk mengganti paspor jadulnya menjadi E-paspor.

Proses pembuatan dan syaratnya tidak jauh berbeda dengan paspor model lama, apabila anda ingin membuat paspor jenis ini, maka cukup membawa dokumen asli seperti KTP, KK, Akta Kelahiran/Ijazah terakhir yang kemudian difotokopi di kertas berukuran A4 (jangan dipotong) kemudian dibawa ke kantor Imigrasi setempat. Setelah pemeriksaan berkas, kemudian wawancara dan foto. Selanjutnya dilakukan pembayaran biaya pengurusan di bank yang ditunjuk, kemudian kembali ke kantor Imigrasi selama tiga hari kerja setelahnya untuk mengambil paspor tersebut.

Adapun untuk pembuatan/perpanjangan paspor biasa

  • Rp. 100.000 untuk paspor 24 halaman atau
  • Rp. 400.000 untuk paspor 48 halaman.

Biaya pembuatan E-Paspor, adalah

  • Rp. 600.000 untuk paspor 48 halaman.

Untuk paspor biasa bisa diurus di seluruh kantor imigrasi, tetapi untuk E-paspor hanya bisa diurus di kantor imigrasi tertentu saja, seperti: kantor imigrasi kelas I yang berada di Jakarta, Surabaya dan Batam.

Demikian tentang E-paspor, proses pembuatan dan fungsinya. Buruan gih agar mengurus paspor jenis baru ini, karena tahun 2015 sudah diberlakukan secara serentak di seluruh negara.

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Apa itu Paspor?

Comment di sini