Skizofrenia: Sebuah Penyakit Jiwa

by
March 13th, 2015 at 11:29 am

CiriCara.com – Skizofrenia ialah kata yang berasal dari Bahasa Yunani, schizo dan phrenia.  Kata pertama berarti terbagi dan terpecah. Kata kedua merujuk pada pikiran. Skizofrenia diperkenalkan oleh Eugene Blueler, ahli psikologi dari Swiss. Gangguan tersebut berupa pikiran yang terbagi atau terpecah. Menurut Blueler, skizofrenia ialah terganggunya pikiran dan menumpulnya emosi disertai halusinasi.

Stres

Penyakit kejiwaan – Ist

FAKTOR

Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang memiliki banyak sebab sebagai berikut.

Genetik

Rupanya, gangguan semacam ini dapat diwariskan turun-temurun. Sebuah penelitian menunjukkan angka kesakitan bagi anak dengan kedua orang tua menderita skizofrenia ialah 40-60%.

Gangguan Fisik

Terganggunya sistem dalam tubuh manusia dapat berakibat pada penyakit ini. Hasil pemerikasaan dengan Magnetic Resonance Imaging, menunjukkan neuron di lobus temporal (bagian otak yang berperan dalam memori visual, proses indera, bahasa, emosi, dan mengambil kesimpulan) penderita ada yang berkurang bahkan hilang.

Aliran darah pada lobus frontal (berperan dalam konsentrasi, gerak otot, suasana hati, dan rencana masa depan)  juga berkurang begitu juga dengan metabolisme zat gula.

Proses Kimia

Faktor ini merupakan hipotesa yang berkaitan dengan pengaruh kadar dopamine (pengantar sinyal saraf), kateklolamin (hormon yang menanggapi stres), norepinefin (pemberi energi saat stres), dan Asam Gamma-Aminobutirat (penghambat respon saraf yang tidak menguntungkan).

GEJALA

Penderita skizofrenia akan menunjukkan gejala-gejala yang bersifat negatif maupun postifi seperti berikut ini.

Gangguan Emosi

Penderita mengalami kedangkalan emosi dan cara mengekspersikannya. Gejala ini bisa ditandai dengan ketidakpedulian yang bersangkutan dengan hal-hal penting dalam hidupnya.

Contoh gejala lain ialah merasakan dan mengungkapkan emosi yang berlawanan dalam waktu bersamaan seperti menangis dan tertawa atau membenci dan menyukai orang yang sama.

Sedikit Bicara

Penderita kemudian hemat bicara. Jika sudah berbicara, isi yang bermakna hanya sedikit saja. Kalau sudah bicara yang bermakna, tiba-tiba ia bisa berhenti lalu melanjutkan lagi.

Tidak Bergerak

Tidak hanya sedikit bicara, penderita juga tidak aktif bergerak.

Tidak Tertarik pada Kesenangan

Pasien tidak suka bersosialisasi. Ia juga tidak tertarik dengan hal-hal menyenangkan seperti rekreasi.

Gangguan perbuatan

Penderita bergerak kaku, hanya diam selama berhari-hari bahkan jika parah bisa bertahun-tahun.  Sebaliknya, ada pasien yang terus bergerak karena gelisah.

Delusi

Penderita merasa adalah yang salah dalam dirinya dan tidak bisa disangkal oleh siapa pun. Delusi ini muncul dalam bentuk sindiran, dosa, kejaran, atau kebesaran.

Halusinasi

Penderita bisa mendengar suara-suara dalam berbagai bentuk seperti musik dan obrolan.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini