Apa itu Dugderan?

by
March 16th, 2015 at 2:02 pm

CiriCara.com – Dugderan merupakan sebuah tradisi yang terkenal di kota Semarang, disebut dugderan berasal dari kata ‘Dug’ pukulan bedug, dan ‘Der’ berasal dari suara petasan atau meriam yang diledakkan. Yang berarti diawali dengan bunyi bedug dan diakhiri dengan letusan meriam atau petasan. Perayaan ini sebagai symbol atau penandaan dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadhan.

dugderan semarang

Pawai Dugderan – Ist

Semasa pemerintahan Bupati Semarang abad ke-19 yaitu Tumenggung Purboningrat, penetapan bulan Ramadhan di kalangan masyarakat berbeda-beda, sehingga menjadikan Tumenggung menjadi prihatin, sehingga ia menyatukan semua elemen masyarakat dan dikumpulkan di Masjid Agung Semarang mengadakan tradisi dan mengumumkan jatuhnya bulan puasa. Tradisi tersebut diawali dengan pemukulan bedug yang menandakan bahwa Tumenggung akan mengadakan pidato bersama dengan para ulama Masjid Agung tentang penetapan hari pertama bulan Ramadhan. Bahasa dalam pidato tersebut menggunakan bahasa kromo inggil (bahasa tertinggi dalam tingkatan bahasa jawa atau bahasa keratin) yang diakhiri dengan suara dentuman meriam (biasanya meriam ini disembunykan menjelang adzan Maghrib dikumandangkan).

Pada perayaan Dugderan ini beraneka ragam produk dijual penyelenggaraanya semacam pasar malam dulunya diadakan secara sederhana dan melalui perjalanan waktu, perayaan Dugderan masa kini diikuti oleh berbagai sponsor dari sejumlah industri besar. Selama seminggu sebelum bulan Ramadhan diadakan bazaar, pasar kaget yang hanya diperuntukan pada bulan Ramadhan saja. Di pasar kaget tersebut dijual berbagai macam mainan anak-anak, seperti peralatan masak tradisional ukuran mini, mobil-mobilan, truk dari kayu dengan berbagai ukuran, busana muslim, kurma, peci, sarung, gamis. Ada yang unik dari perayaan Dugderan ini adalah dijualnya Warak Ngendhog (warak bertelur), mahluk hayalan ini hanya ada pada perayaan ini dan dijual dalam berbagai ukuran dan harganyapun berbeda-beda.

Salah satu yang menjadi daya tarik tersendiri dari perayaan Dugderan adalah arak-arakan Warak Ngendhok, tidak saja masyarakat yang kagum tetapi wisatawan yang kebetulan mengunjungi perayaan tersebut. Warna-warni Warak Ngendhok dan bentuknya yang unik inilah menjadi ciri khas dari berbagai etnis Tiongkok, Arab serta Jawa yang menyatu harmonis. Inti dari perayaan Dugderan ini merupakan Bhineka Tunggal Ika atau pemersatu masyarakat di Kota Semarang, khususnya dalam penetapan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan.

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Apa itu Malware?

Comment di sini