Di Singapura, Corat-coret Tembok Kena Cambuk

by
March 17th, 2015 at 8:58 am

CiriCara.com – Aksi vandalisme di Indonesia mungkin sudah biasa. Lihat saja, pagar-pagar di pinggiran jalan tak luput dari aksi coret-coret tangan-tangan iseng. Tembok pagar pun penuh dengan coretan, entah itu nama sekolah, geng, klub yang dipuji, nama kelompok suporter sampa kalimat-kalimat yang kadang kata-kata yang tak pantas dibaca. Aksi vandalisme ini, seringnya terjadi di wilayah perkotaan. Namun di pinggiran pun, aksi vandalisme juga sudah lazim terjadi. Apalagi bila pas kelulusan, aksi vandalisme marak terjadi.

vandalisme

Aksi Vandalisme – Ist

Akibatnya, dipastikan lingkungan jadi kotor. Estetika kota jadi hilang. Kesan kotor dan kumuh pun tak terhindarkan. Apalagi bukan hanya pagar yang dicoreti. Tapi setiap bidang yang bisa dicoreti, akan dipakai pelaku vandalisme memuaskan aksi. Cat semprot, adalah senjata utama mereka mengotori kota. Sayang tak ada tindakan berarti untuk menghentikan itu. Padahal, aksi itu jelas sebuah perbuatan yang melanggar hukum. Harusnya ada tindakan yang bisa timbulkan efek jera, sehingga vandalisme tak terus terjadi. Namun, sepertinya si pelaku vandalisme tak kenal kapok. Hasil perbuatan dibersihkan, besoknya muncul lagi. Begitu terus menerus.

Sebenarnya ada aksi ‘coret menyoret’ yang tak membuat kotor, tapi nampak nyeni dan enak dipandang mata. Bahkan, jadi karya seni tersendiri. Aksi coret menyoret misal di tembok, tiang jembatan atau jalan layang yang nyeni itu berupa coretan grafiti atau karya mural. Tapi kerapkali, karya grafiti tak luput pula dirusak para ‘penggemar’ vandalisme dengan menimpanya dengan coretan hasil semprotan cat yang asal-asalan, tak ada nilai seninya. Harus ada ketegasan, terutama dari aparat untuk menindak mereka. Tanpa tindakan hukum, hanya sebatas himbauan atau teguran aksi vandalisme tetap marak.

Sepertinya soal mengatasi aksi vandalisme Indonesia mesti berguru kepada Singapura. Di negeri singa, negara mini salah satu tetangga dekat Indonesia, hukum ditegakan tanpa pandang bulu. Pun untuk perbuatan yang di Indonesia dianggap ringan atau sepele seperti vandalisme atau buang puntung rokok atau juga merokok sembarangan. Di negeri Singa, tak ada ampun bagi pelaku vandalisme. Hukuman lumayan berat disiapkan bagi pelaku vandalisme. Hukumannya mendekam di penjara dalam hitungan bulan. Plus ditambah hukuman cambuk rotan.

Baru-baru ini, dua turis asal Jerman, Andreas Von Knorre dan Elton Hinz dihukum otoritas hukum di Singapura. Dua turis ini, terbukti melakukan aksi vandalisme karena mencoret-coret gerbong kereta di Negeri Singa tersebut. Kereta yang dicorat-coret oleh Andreas dan Elton, dua turis asal Jerman tersebut adalah kereta yang sedang terparkir. Oleh pengadilan Singapura, dua turis tersebut dijatuhi hukuman tiga cambukan rotan plus hukuman penjara selama sembilan bulan.

Padahal setelah dua turis ini melakukan aksi vandalisme, sempat sudah keluar dari Singapura. Tapi aparat hukum negeri Singapura terus memburunya. Andreas dan Elton pun tertangkap di Kuala Lumpur, lalu di ekstradisi ke Singapura. Keduanya, sebelum tertangkap sempat ‘melancong’ ke Bangkok. Tapi apes, keduanya tertangkap di Malaysia.

Mungkin bila hal serupa diterapkan di Indonesia, akan ada efek jera bagi para pelaku vandalisme di Indonesia.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini