Duh, Ribuan Warga Indramayu “Diusir” Banjir

by
March 17th, 2015 at 1:53 pm

CiriCara.com – Banjir tiada henti merundung Indonesia, tanah air tercinta. Senin malam, 16 Maret 2015, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Sutopo Purwo Nugroho, kembali mengabarkan via layanan blackberry messenger, bahwa di Indramayu, banjir yang bisa dibilang cukup besar melanda daerah itu.

indramayu

Banjir Indramayu – Ist/Antara Foto

Menurut Pak Sutopo, banjir yang terjadi, pemicu awalnya adalah jebolnya tanggul Sungai Cimanuk di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang dan Desa Tulungagung Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tanggul jebol, Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya banjir tak bisa dicegah. Bahkan banjir meluas di tujuh kecamatan di Indramayu.Tujuh kecamatan yang terkena terjangan banjir yaitu Kecamatan Jatibarang, Kertasemaya, Bangodua, Lohbener, Sindang, Tukdana, dan Pasekan.

Pak Sutopo pun dalam pesan blackberry-nya menginformasikan daerah yang paling parah terdampak banjir. Daerah yang paling parah terkena banjir adalah Jatibarang dan Kertasemaya. Di dua daerah itu, tinggi banjir mencapai 3 meter. Menurut Pak Sutopo, banjir yang terjadi di Indramayu adalah kiriman dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk. Kata dia, hujan deras di Garut dan Majalengka, membuat Cimanuk meluap. Sedangkan di Indramayu tidak hujan sepanjang Minggu.

Akibat banjir tersebut, ribuan rumah terendam. Di Desa Pilangsari dan Desa Jatibarang Baru Kecamatan Jatibarang misalnya ada sekitar 1.000 rumah dan  100 hektar sawah yang terendam banjir. Tinggi banjir mencapai 2 sampai 3 meter. Sebanyak 10.500 jiwa penduduk menderita karena banjir.

Pak Sutopo juga melaporkan, di Kecamatan Lohbener, sebanyak 600 KK terpaksa harus terusir dari rumahnya, mengungsi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Sementara di kecamatan lain pendataan masih dilakukan oleh BPBD Indramayu. Di laporkan juga oleh Pak Sutopo, bahwa saat ini BPBD Indramayu bersama BPBD Jawa Barat, Tagana, TNI, Polri, relawan, Muspicam dan masyarakat terus melakukan upaya evakuasi dan penanganan darurat. Bantuan makanan siap saji pun telah didistribusikan ke beberapa tempat. Sekarang ini kata Pak Sutopo, kebutuhan mendesak adalah perahu karet, material untuk menutup tanggul jebol, permakanan, makanan bayi, dan selimut.

Pak Sutopo juga mengabarkan, bahwa akibat banjir, jalur utama pantura Jatibarang lumpuh. Lalu lintas arah Jakarta ke Cirebon melalui Jaibarang pun harus dialihkan melalui Karangampel menuju Cirebon. Kemacetan panjang di ruas ini kata Pak Sutopo mencapai 10 kilometer.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini