Vlad Tepes, Pangeran ‘Drakula’ Transylvania

by
March 17th, 2015 at 11:04 am

CiriCara.com – Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Pangeran Drakula? Jika kamu pernah menonton film Van Helsing, kamu akan melihat sosok penghisap darah dari Transylvania. Yap, Transylvania adalah provinsi di Rumania, negara Eropa Timur dan terkenal dengan cerita drakula atau vampir yang haus darah. Apakah drakula hanyalah mitos atau fakta?

vlad dracula tepes

Boneka lilin Vlad Tepes di Madame Tussauds – Ist

Mitos drakula berkisah tentang seseorang makhluk bertaring yang menghantui kota dan menghisap darah manusia. Dalam beberapa film, drakula digambarkan dapat berubah menjadi kelelawar vampir. Namun, drakula hanya takut pada bawang putih.

Ternyata, drakula tak pernah ada dalam dunia nyata. Seorang novelis, Bram Stoker, mengarang Dracula di abad ke-19. Dia terinspirasi oleh tokoh sejarah Rumania, Pangeran Vlad Tepes.

Vlad Tepes bukanlah penghisap darah seperti di novel, namun ia memiliki catatan reputasi yang kelam selama memerintah Vallachia, kota di Transylvania. Ia dikenal sebagai ‘Vlad si Penombak’ karena hukuman keji yang ia terapkan pada pasukan Turki, yakni sebuah praktek dimana tentara musuh ditusuk dengan tombak dan dibiarkan meninggal secara perlahan. Ternyata, tindakan gilanya ini adalah pembalasan dendam atas apa yang ia alami semasa kecil. Bagaimana awal kisahnya?

Dikisahkan bahwa Vlad Tepes lahir pada Desember 1431 di Benteng Sighisoara, Transylvania dan merupakan putra dari Basarab (Vlad II) yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul. Sebutan ini diperoleh karena keanggotannya dalam orde naga. ‘Dracul’ dalam bahasa Rumania berarti naga, sedangkan akhiran ‘ulea’ artinya ‘anak dari’. Jadi, Tepes dipanggil dengan nama Draculea yang berarti anak dari sang naga.

Basarab adalah seorang panglima militer dan beristri seorang bangsawan dari Kerajaan Moldovia bernama Creajna. Saat berusia 11 tahun, Vlad Tepes dan Radu, adiknya, dikirim ke Turki sebagai jaminan kesetiaan Basara kepada Kerajaan Turki Utsmani. Basara berutang budi pada Turki Utsmani karena telah membantu merebut tahta Vallachia dari tangan rivalnya, Janos Hunyadi.

Selama di Turki, Vlad Tepes memanfaatkan semua kesempatan yang dia miliki. Dia belajar seni berperang, sehingga tumbuh menjadi pemuda yang cakap dalam berperang.

Pada tahun 1448 terjadi kekacauan politik di Vallachia. Konflik tersebut berujung pada kematian Basarab dan Mircea, kakak Vlad Tepes. Vallachia jatuh ke tangan Janos Hunyadi. Akhirnya, Sultan Muhammad II (di Barat disebut Sultan Mehmed II) mengutus Vlad Tepes untuk merebut kembali Vallachia. Dengan bantuan 8000 prajurit Turki Utsmani, Vlad Tepes berhasil merebut tahta Vallachia. Namun, Vlad Tepes justru berkhianat dengan membantai prajurit Turki yang tersisa.

Dua bulan kemudian, Janos Hunyadi kembali merebut tahta Vallachia. Tetapi, sang Drakula kembali berkuasa pada tahun 1456 hingga 1462. Vlad Tepes memerintah Vallachia dengan sangat bengis, sehingga dijuluki ‘Vlad si Penombak’.

Penulis: Khaeriya

Comment di sini