Apa Itu Animisme dan Dinamisme?

by
March 18th, 2015 at 10:47 am

CiriCara.com – Sebelum agama lahir, masyarakat primitif mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Adakah keterkaitan antara dua kepercayaan ini?

animisme

Ilustrasi Animisme dan Dinamisme – Ist/bentopisiko

Secara umum, animisme dapat diartikan kepercayaan pada nyawa (roh). Animisme berasal dari bahasa Latin, yaitu kata ‘anima’ yang berarti roh. Dalam kepercayaan ini, terdapat banyak roh di dunia ini yang memiliki kekuatan dan membawa dampak pada kehidupan manusia. Karena itu, penganut animisme membangun hubungan yang baik dengan roh yang ada, dengan cara memberikan sesajen, menyembelih hewan, dan sebagainya.

Di Indonesia, kepercayaan animisme masih kuat. Salah satunya ialah pemberian sesajen yang dilakukan oleh para nelayan di Pantai Selatan sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Di Bromo, Jawa Timur ada upacara Kasodo yang mana dilakukan penyembelihan hewan.

Dinamisme juga berasal dari bahasa Latin, yakni kata ‘dinamos’ yang berarti daya atau kekuatan. Jadi, dinamisme adalah kepercayaan bahwa ada kekuatan sakti di luar kemampuan manusia yang berasal dari alam, misalnya matahari, batu, atau gunung. Manusia yang meyakini kekuatan alam ini memberikan sesajen pada benda alam atau lokasi yang dianggap keramat.

Animisme dan dinamisme merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, kepercayaan animisme dan dinamisme memiliki ketumpangtindihan yang sangat berkaitan. Pada intinya, keduanya menyembah hal yang tersembunyi, yakni roh atau kekuatan spiritual. Bedanya, animisme menyembah roh tersebut secara langsung sedangkan dinamisme masih menggunakan perantara benda untuk menyembah roh yang dianggap memiliki daya atau kekuatan.

Dalam kepercayaan animisme dan dinamisme, juga ada istilah ‘mana’ dan ‘magi’. Mana adalah kekuatan atau kekuasaan yang keramat dan tidak berpribadi, yang dianggap halus maupun berjasad. Sesuatu disebut ’mana’ jika memberi efek atau hasil. Sedangkan ‘magi’ adalah kepercayaan terhadap kekuatan atau daya. Misalnya, orang Bugis primitif melemparkan mantra yang tertulis dalam kayu ketika mereka menghadapi badai saat berlayar. Mereka meyakini bahwa tindakan tersebut dapat menyelamatkan mereka. Dalam hal ini, kekuatan yang diyakini ada dalam tindakan itu disebut mana, sedangkan kepercayaan terhadap hal yang demikian disebut magi.

Masyarakat primitif tergolong masyarakat yang sarat akan nilai-nilai religius. Karena itu, setiap kejadian yang dianggap penting selalu menjadi sebab terselenggaranya sebuah upacara. Misalnya ketika terjadi kelahiran, kematian, awal bercocok tanam, dan kejadian penting lain misalnya terjadi gerhana, selalu diiringi dengan ritual. Ini membuktikan bahwa masyarakat primitif merupakan suatu komunitas yang memegang teguh ajaran yang diyakininya.

Penulis: Khaeriya

Artikel lainnya: Apa Itu Ideologi?

Comment di sini