Apa itu Suku Batak Simalungun?

by
March 18th, 2015 at 9:33 am

CiriCara.com – Batak Simalungun merupakan sub Suku Bangsa Batak yang sampai sekarang ini mendiami di Provinsi Suamatera Utara. Dan menurut sumber bahwa nenek moyang dari suku tersebut berasal dari India Selatan. Suku ini terbagi dalam beberapa kerajaan, dan marga asli masyarakat Simalungun adalah Damanik dan tiga marga pendatang, Saragih, Purba dan Sinaga.

suku simalungun

Suku Simalungun – Ist

Karena nenek moyang suku Simalungun berasal dari luar Indonesia, maka migrasi ke negara kita terbagi menjadi dua gelombang.

  1. Simalungun Proto, migrasi dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur sekitar abad ke-5, menyusuri dari Myanmar kemudian ke Siam dan Malaka dilanjutkan menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan bernama Nagur dari Raja dinasti Damanik.
  2. Simalungun Deutero, migrasi dari suku-suku di sekitar Simalungun dan kebanyakan bertetangan dengan suku asli Simalungun.

Pada era gelombang Proto Simalungun tersebut, Tuan Taralamsyah Saragih mengatakan bahwa rombongan tersebut merupakan golongan dari 4 raja-raja besar dari India dan Siam mereka berimigrasi dari Sumatera Timur di daerah Langkat, Aceh, daerah Bangun Purba, Bandar Kalifah hingga Batubara. Namun, keberadaannya terdesak ke daerah pinggiran sekitar danau Samosir dan Toba

Mata pencaharian suku Simalungun pada umumnya bercocok tanam, seperti padi dan jagung. Makanan pokok suku tersebut adalah padi sedangkan jagung merupakan makanan tambahan, jika hasil padi tidak mencukupi. Kebanyakan suku Simalungun menggunakan sistem jual-belinya dengan sistem Barter. Sedangkan bahasa yang digunakan sehari-hari dengan bahasa dialek suku setempat. Adat yang dipakai selama ini dan dipertahankan bertahun-tahun dengan sebutan “Marga”, yang jauh berbeda dengan suku Batak pada umumnya.

Sistem politik suku Simalungun, ketika Belanda masuk ke Simalungun, suku ini terbagi menjadi 7 daerah pemerintahan yang terdiri dari 4 Kerajaan dan 3 Partuanan. Kerajaan seperti Siantar, Panei, Tanoh Djawa, Dolok Silou. Sedangkan Pertuanan seperti Raya, Silimakuta dan Purba. Sistem kerajaan pada waktu itu memerintah secara swapraja, tetapi setelah Belanda datang ke Simalungun, maka ketiga Partuanan disamakan seperti sistem kerajaan yang berdiri sendiri dan dipersatukan dalam Onderafdeeling Simalungun.

Penulis: MasArif

Comment di sini