Menggambar: Terapi untuk Korban Kekerasan Seksual

by
March 18th, 2015 at 2:51 pm

CiriCara.comKekerasan seksual terhadap anak semakin marak. Hal ini cukup meresahkan karena pada beberapa kasus malah terjadi di lingkungan sekolah, tempat para orang tua percaya anaknya akan dididik oleh pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, justru pahlawan yang diharapkan itulah perusak mental anak-anak.

pencabulan terhadap anak

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak – Ist

Mungkin, anak di sekitar kita juga pernah mengalami kekerasan seksual. Hal tersebut harus segera ditangani sebelum berdampak pada kesehatan fisik dan psikis anak. Kekerasan seksual bahkan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan.

Dampak Tidak Langsung

Jangan tunda-tunda untuk menelusuri keanehan yang terjadi dalam diri anak Anda. Setiap hari, tanyakan bagaimana kegiatan dan apa yang terjadi padanya. Ini karena dampak kekerasan seksual tidak bersifat langsung. Usia anak tidak memungkinkan untuk cepat memahami apa yang terjadi padanya.

Berbeda dengan anak usia remaja, mereka dapat mengerti apa itu kekerasan seksual dan bagaimana akibat terhadap masa depannya. Reaksi mereka pun mudah dilihat.

Konsultasi

Dilansir dari laman kompas.com, ahli prikologi anak, dr. Tjhin Wiguna Sp.,A, mengatakan bahwa anak perlu pendampingan dan pemantauan walaupun dampak kekerasan seksual tidak terlihat secara langsung.

Kekerasan seksual beresiko tinggi terhadap gangguan perilaku. Dengan berkonsultasi pada dokter atau psikiater, masalah tersebut dapat diketahui. Begitu juga dengan masalah emosi yang terjadi pada anak setelah mengalami kekerasan seksual. Menurut dr. Thjin, meski hasil konsultasi belum memperlihatkan gangguan, anak tetap harus dipantau.

Terapi Menggambar

Ada berbagai macam terapi untuk anak korban kekerasan seksual. Pada usia tertentu bisa diterapkan pemulihan melalui bermain, misalnya menggambar. Dengan metode tersebut, anak bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan.

Terapi Lainnya

Metode terapi yang dilakukan tergantung pada kondisi anak, seperti terapi kognitif. Dengan cara itu, emosi dengan anak bisa terjalin. Ini kemudian membuat anak dapat mengeskpresikan perasaannya melalui media selain kata-kata.

Klinik

Orang tua perlu bantuan para ahli untuk melakukan pemulihan pada korban kekerasan seksual. Hubungilah klinik yang khusus menangani masalah tersebut. Stres setelah trauma perlu disembuhkan melalui metode yang tepat. Jika Anda berada di Jakarta, klinik terkait ada di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Polri.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini