Apa Itu Totemisme?

by
March 19th, 2015 at 2:10 pm

CiriCara.com – Pernahkah kamu mendengar isitilah ini? Totemisme berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘totem’ yang artinya satu atau tunggal. Totemisme ialah suatu paham kepercayaan bahwa manusia dan alam memiliki kesatuan hubungan. Di dalam kepercayaan totemisme, ada berbagai macam wujud hewan dan gejalan alam, seperti matahari, petir, dan bintang sebagai sesuatu yang dikeramatkan. Penganut totemisme juga melakukan pemujaan dalam berbagai ritual.

totemisme

Totemisme – Ist

Di Indonesia, kepercayaan totemisme contohnya masyarakat suku Asmat. Mereka memercayai bahwa mereka berasal dari sebuah patung yang diciptakan oleh dewa, kemudian patung itu menjelma menjadi manusia. Orang Asmat juga membuat patung Mbis sebagai simbolisasi arwah nenek moyang.

Menurut Fraser (1990:8) totemisme adalah pemujaan terhadap segolongan objek materi, biasanya binatang atau tumbuhan dan tahayul dipandang dengan hormat. Objek-objek tersebut dipercaya memiliki hubungan sangat intim dengan pemujanya.

Totemisme juga masih terlihat pada sitem kepercayaan etnis Tionghoa (Kong Hu Cu) dengan ditemukannya motif hiasan yang ada di tempat ibadah mereka yang disebut klenteng. Motif hiasan tersebut adalah lambang yang mengandung makna simbolik, ditemui dalam bentuk lukisan atau pahatan. Hiasan pada klenteng berbentuk flora, fauna, binatang mitologi, atau dewa-dewi yang secara tradisional dianggap dapat membawa pertanda baik dan mendatangkan berkah.

Motif hiasan flora atau tumbuhan yang disucikan di klenteng biasanya pohon bambu. Motif pohon bambu juga sering muncul pada keramik China atau dalam seni hias lainnya. Pohon bambu merupakan tanaman yang tahan dalam segala musim tanpa mengalami kering dan rontok daunnya tetap hijau sepanjang tahun. Karena itu, pohon bambu melambangkan keuletan, kesucian, dan keabadian. Motif lain yang juga melambangkan keabadian ialah bunga krisan yang tumbuh di musim gugur.

Selain pohon bambu, teratai merah pun muncul dalam seni hias China. Bunga bernama ilmiah Nelumbium nelumboserin ini ada kaitannya dengan Dewi Kwan Im. Setelah agama Buddha masuk ke China, teratai merah bermakna ‘Buddha mengenal manusia’, yaitu tentang pemikiran, perasaan, pengutaraan, kebijaksanaan, dan kesadaran. Teratai dalam seni hias Cina melambangkan kesucian dan kesempurnaan. Karena, bunga teratai tetap tumbuh bersih dan menarik meskipun tumbuh dalam lumpur atau rawa-rawa.

Penulis: Khaeriya

Artikel lainnya: Apa itu Animisme dan Dinamisme?

Comment di sini