Apa Itu Trikomoniasis?

by
March 19th, 2015 at 8:56 am

CiriCara.com – Penyakit trikomoniasis mungkin jarang terdengar. Namun, perempuan wajib mengetahui penyakit ini. Penyakit yang dialami perempuan ini menular melalui kontak seksual, dapat menyebabkan keputihan yang berbusa atau tidak ada gejala sama sekali. Seberapa bahayakah penyakit ini?

Trikomoniasis

Trikomoniasis – Ist

Penyakit ini paling banyak terjadi pada perempuan muda dan aktif seksual. Trikomoniasis disebabkan oleh berbagai  parasit, antara lain jamur Candida albicans, protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Jamur Candida menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat, sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes mellitus. Dan, parasit ini dapat bertahan hidup pada benda-benda seperti pakaian yang dicuci dan dapat menular dengan pinjam-meminjam pakaian tersebut.

Bagaimana seseorang bisa terinfeksi penyakit ini? Parasit ini ditularkan dari orang yang terinfeksi kepada orang yang tidak terinfeksi selama melakukan hubungan seks. Gejala infeksi trichomoniasis biasanya muncul dalam waktu 5 hingga 28 hari setelah orang tersebut tertular trikomoniasis. Pada wanita, bagian yang paling sering terinfeksi dari tubuh adalah saluran genital yang lebih rendah (vulva, vagina, atau uretra). Pada pria, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah bagian dalam alat kelamin (uretra). Orang yang terinfeksi trikomoniasis tanpa gejala masih dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Gejala trikomoniasis yang dialami perempuan biasanya keputihan yang banyak, berbusa, dan berwarna kuning kehijauan.  Rasa sakit ketika buang air kecil atau saat berhubungan seksual juga sering terjadi.  Namun, ada pula orang yang terinfeksi tanpa gejala.  Pada laki-laki, terjadi radang pada saluran kencing, kelenjar, atau kulup, atau luka pada penis. Tetapi, perempuan lebih beresiko terinfeksi karena alat reproduksi perempuan yang rentan.

Parahnya, radang pada alat kelamin perempuan yang terinfeksi trikomoniasis berpotensi meningkatkan resiko terinfeksi HIV. Apabila trikomoniasis terjadi pada perempuan hamil, dapat menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran bayi prematur.

Walaupun penyakit trikomoniasis dapat disembuhkan, ada baiknya kita melakukan pencegahan. Cara paling efektif adalah tidak melakukan hubungan seks secara vaginal dengan orang yang terinfeksi.  Penggunaan kondom dan berbagai metode penghalang sejenis yang lain dapat mengurangi resiko, tetapi tidak menghilangkan resiko untuk tertular. Seklain itu, hindari pinjam-meminjam handuk atau pakaian orang lain untuk mencegah penularan non-seksual dari penyakit ini.

Penulis: Khaeriya

Comment di sini