Fakta Unik Tentang Buah Nanas

by
March 19th, 2015 at 10:42 am

CiriCara.com – Apakah kamu penyuka buah nanas? Buah bernama Latin Ananas comosus ini ternyata berasal dari daerah belantara Amerika Selatan tepatnya di daerah Brazil dan Paraguay. Lalu, apa saja fakta unik lainnya? Simak artikel ini, ya!

Oleskan kulit buah nanas / Ist.

Oleskan kulit buah nanas / Ist.

Christopher Columbus adalah orang yang pertama kali menanam nanas di Guadalupe, kepulauan Karibia pada tahun 1493. Pada tahun 1527, bangsa Spanyol memperkenalkan buah nanas pertama kali ke Hawaii, tepatnya di Big Island. Faktanya, sepertiga buah nanas di dunia berasal dari Hawaii dan lebih dari 60% nanas kalengan juga diproduksi di sana. Wow! Dari sinilah diyakini bahwa buah nanas menyebar ke Asia dan Hindia Barat, termasuk Indonesia.

Setelah Columbus kembali ke Spanyol dan memperkenalkan buah nanas di Eropa, buah nanas menjadi sangat populer. Pada masa itu, nanas menjadi salah satu makanan mewah yang dianggap sangat eksklusif. Kapal-kapal yang mengangkut nanas yang diawetkan dari pulau-pulau Karibia dan dijual dengan harga sangat mahal di Eropa. Buah nanas segar bahkan lebih mahal dan sulit diperoleh karena hanya beberapa kapal cepat yang mampu membawa nanas segar dalam kondisi baik.

Tahukah kamu, orang Spanyol menyebut buah nanas dengan nama ‘pine cone’ karena bentuknya yang mirip dengan biji pinus. Sekilas kulitnya memang mirip, ya?

Akhirnya, setelah tahun 1694, kata ‘pine cone’ untuk menyebut buah nanas diganti menjadi ‘pineapple’ untuk menghindari kesimpangsiuran dalam perdagangan. Lalu, kata ‘nanas’ itu darimana, ya?

Hingga memasuki abad ke-16, nanas masih menjadi buah yang eksklusif karena saat itu nanas hanya dapat tumbuh di wilayah tropis, sehingga butuh waktu dua abad agar para petani Eropa mampu menemukan metode untuk membudidayakan tanaman nanas. Di Eropa, budidaya nanas dimulai pada tahun 1720-an.

Perdagangan nanas dalam bentuk kalengan pertama kali dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan Inggris bernama John Kidwell. Usahanya dimulai sejak tahun 1880 namun terpaksa ditutup pada tahun 1898 dikarenakan pajak yang dikenakan oleh Pemerintah AS untuk industri pengalengan nanas sangatlah tinggi.

Pada tahun 1911, Henry Ginaca menemukan mesin yang dapat membuang biji dan mengupas 35 buah nanas setiap menitnya secara otomatis. Hal ini turut mempermudah dalam pengemasan nanas kalengan. Pada industri nanas kalengan, mereka memanfaatkan limbah kulitnya untuk berbagai macam keperluan seperti bahan pembuatan alkohol, vinegar, atau pakan ternak.

Penulis: Khaeriya

Artikel terkait: Cara Mengupas Nanas Agar Tidak Gatal

Comment di sini