Apa Itu Panteisme?

by
March 20th, 2015 at 9:40 am

CiriCara.com – Pernahkah kamu mendengar istilah panteisme? Bagaimana keterkaitannya dengan konsep Ketuhanan?

Panteisme

Panteisme – Ist

Panteisme berasal dari bahasa Yunani, kata ‘pan’ yang berarti semua dan ‘theos’ yang berarti Tuhan. Panteisme adalah suatu kepercayaan dimana orang menganggap alam semesta identik dengan Ketuhanan. Dalam kepercayaan ini, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan perwujudan Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan adalah alam semesta itu sendiri, termasuk batu, air, hewan, dan tumbuhan.

Panteisme merupakan konsep ketuhanan yang nonpersonal. Tuhan nonpersonal merujuk pada hal-hal seperti kesadaran, energi, dan alam semesta. Sedangkan Tuhan personal adalah Tuhan yang memiliki kehendak, keinginan, bisa marah, dan lain sebagainya seperti Allah, Yhwh, dan  dewa-dewi di berbagai agama.

Panteisme mulai terkenal sejak abad ke-17 ketika seorang filsuf Belanda, Baruch de Spinoza menulis Ethics. Kemudian, konsep Tuhan yang ditulis Spinoza ini menjelaskan bahwa satu-satunya yang layak disebut Tuhan adalah alam semesta itu sendiri.

Konsep panteisme yang paling kuno terdapat dalam agama Hindu. Agama Hindu hanya mengakui satu realitas yang tertinggi, yaitu Brahman. Brahman adalah Tuhan yang tidak dapat dilihat dengan mata, diraba dengan tangan, didengar dengan telinga, atau diucapkan dengan lidah. Selain De Spinoza, filsuf modern yang memelopori panteisme adalah Victor Ferkiss dan Mary Long.

Panteisme memiliki beberapa kelebihan, yakni:

Pertama, panteisme menyumbangkan suatu pemikiran yang menyeluruh (holistic) tentang sesuatu, tidak hanya bagian tertentu saja. Kedua, panteisme menekankan seseorang agar selalu sadar bahwa Tuhan selalu dekat dengan dirinya. Dengan demikian, dia mampu mengontrol diri dan berusaha berbuat sesuai dengan ketentuan Tuhan.

Ketiga, panteisme menegaskan bahwa seseorang tidak mampu memberi batasan terhadap Tuhan dengan bahasa manusia yang terbatas. Jika Tuhan tidak terbatas, maka semua pembatasan harus ditiadakan karena sesuatu yang tidak terbatas tidak bisa ditangkap oleh sesuatu yang terbatas. Oleh karena itu, keberadaan Tuhan dalam alam adalah untuk memudahkan pemahaman tentang Tuhan.

Di lain sisi, konsep panteisme juga memiliki kelemahan. Menurut panteisme yang radikal, manusia juga merupakan Tuhan, sedangkan Tuhan dalam pandangan ini tidak berubah dan abadi. Pada kenyatannya, manusia berubah dan tidak abadi. Karena itu, bagaimana manusia disamakan dengan Tuhan jika manusia tidak abadi?

Penulis: Khaeriya

Artikel terkait: Apa itu Animisme dan Dinamisme?

Comment di sini