Apa itu Suku Bima?

by
March 23rd, 2015 at 4:14 pm

CiriCara.com – Suku Bima atau Dou Mbojo merupakan suku asli yang mendiami di Kabupaten Bima dan Kota Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Suku Bima telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Menurut sejarah bahwa Suku ini mempunyai tujuh pemimpin di setiap daerah yang disebut Ncuhi.

Suku Bima

Suku Bima – Ist

Sejak pemberontakan di Majapahit, salah satu dari Pandawa Lima Bima melarikan diri ke daerah Bima via jalur selatan agar tidak diketahui oleh para pemberontak dan langsung diangkat oleh para Ncuhi sebagai Raja Bima pertama. Akan tetapi Sang Bima seketika mengangkat anaknya sebagai Raja dan dia sendiri mudik ke Jawa dan menyuruh dua anaknya untuk memerintah di Kerajaan Bima. Hingga saat ini sebagian bahasa Jawa Kuno kadang-kadang sering terdengar dan digunakan sebagai bahasa halus di Bima.

Sebagian masyarakat Bima beragama Islam, bukti-buktinya bahwa ditandai dengan berbagai macam budaya yang bernafaskan islami, seperti :

  1. Hadrah. Tarian khas tradisional Bima yang berisikan puji-pujian kepada Allah SWT, hadrah ini dimainkan oleh anak-anak atau para remaja dewasa, kesenian ini masuk ke Bima sekitar abad XIV sejak penyebaran Islam.
  2. Jiki Hadra, tradisi yang khas berisikan puji-pujian kepada Allah SWT, Nabi dan Sahabat Nabi yang dilantunkan sambil menari yang diiringi dengan music arubana (rebana), dan biasanya dilaksanakan dalam acara khitanan, pernikahan, khataman Al-Qur’an oleh masyarakat Bima.
  3. Kanja. Tarian tradisional sejak zamannya Sultan Abdul Kahir Sirajudin (1673), tarian ini berpapasan dengan masuknya penyebaran agama Islam di daerahnya. Kanja sejenis tarian yang menggambarkan pertarungan dua orang panglima yang tangguh.
  4. Karaenta. Tarian khas Bima yang diawali dengan lantunan berbahasa Makasar yang bernama “Karaengta”, penarinya seorang anak kecil berumur 10 tahunan, tidak memakai baju, kecuali hiasan yang dalam bahasa Bima disebut Kawari atau dokoh.
  5. Katumbu, merupakan tarian tradisional Bima yang berarti berdegup, menggambarkan kelembutan dan keterampilan remaja putri, tarian ini sudah ada sejak abad ke XV dan ditarikan khusus oleh keluarga istana.
  6. Lengsara, tarian tradisional Bima yang sejak dulu dipertunjukan dalam siding eksekutif dan upacara Ndiha Molu (Maulid Nabi). Tarian ini terakhir dipertunjukan sekitar tahun 1963 hanya dilakukan dalam perkawinan keluarga raja, dan sekarang telah dihidupkan kembali.
  7. Toja, tarian tradisional khas Bima ini diangkat dari legenda Indra Zamrud. Tari ini menggambarkan lemah lembut dan gemulainya penari yang turun dari khayangan.
  8. Lenggo, tarian tradisional Bima yang berarti melenggok, yang telah menjadi adat dalam upacara Sirih Puan pada setiap perayaan Maulid. Tarian ini menggambarkan bagaimana guru agama Islam mengadakan penghormatan kepada muridnya.
  9. Mpa’a, tarian khas rakyat Bima yang berisi gerakan-gerakan silat.
  10. Sere, tarian khas Bima yang berarti mengajak berperang, tarian ini dipertunjukan di aerna yang cukup luas di hadapan tamu yang berkunjung ke Bima.
  11. Tari Mpaa Lenggogo dan Tari Batu Nganga. Tarian yang menggambarkan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini sering dipertunjukkan kepada upacara khitanan, pernikahan keluarga raja. Sedangkan Tari Batu Nganga menceritakan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk batu dan pepohonan agar sang putri dapat keluar dari dalam batu tersebut.

Demikian tentang Suku Bima dan tarian khasnya. Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Artikel lainnya: Apa itu Suku Bentong?

Comment di sini