Apa itu Tradisi Mapasilaga Tedong?

by
March 23rd, 2015 at 9:20 am

CiriCara.com – Tana Toraja adalah salah satu tujuan wisata di Sulawesi yang mempunyai banyak keanekaragaman budaya dan tradisi diantaranya adalah Mapasilaga Tedong atau Adu Kerbau khas Toraja. Tradisi ini biasanya diselenggarakan dalam satu paket rangkaian kegiatan upacara Adat Rambu Solo, merupakan upacara penguburan leluhur yang meninggal beberapa tahun sebelumnya. Dalam tradisi masyarakat Toraja. Binatang kerbau merupakan hewan yang palng suci, begitu pula dalam Mapasilaga Tedong ini, kerbau yang diadu bukan kerbau sembarangan tetapi kerbau pilihan yang biasa diambil dari jenis kerbau bule.

Tradisi Mapasilaga Tedong

Tradisi Mapasilaga Tedong – Ist

Kerbau-kerbau yang diadu dalam tradisi ini tentulah tidak sembarangan, yaitu kerbau pilihan, kerbau yang mendapat pelatihan dari pemiliknya, mulai dari pemeliharaan, pemberian makanan juga diperhatikan agar kerbau-kerbau tersebut bisa menang dalam pertandingan. Adapun kerbau yang masuk dalam golongan kerbau aduan, seperti:

  • Kerbau lumpur (Bubalus Bubalis). Merupakan spesies kerbau yang hanya ditemukan di Tana Toraja, jenis kerbau ini termasuk kerbau langka, dan jarang ditemukan di luar wilayah Tana Toraja.
  • Kerbau Salepo. Jenis kerbau yang mempunyai bercak hitam dipunggungnya
  • Kerbau Lontong Boke.Spesies kerbau yang mempunyai warna hitam dipunggungnya, dan kerbau jenis ini harganya sampai ratusan juta rupiah.

Sebelum tradisi Mapasilaga Tedong diselenggarakan, panitia akan menyediakan umbai rampai seperti daging babi yang sudah dibakar, beberapa rokok, air nira (sejenis tuak yang sudah difermentasikan), umbai rampai tersebut diberikan kepada pemandu kerbau dan para tamu undangan. Setelah penyajian umbai rampai, maka pelaksanaan Mapasilaga Tedong dilaksanakan, adapun tempat pelaksanaan biasanya di sawah sudah diberi pembatas antara kerbau dan yang menonton adu kerbau tersebut. Sebelum acara inti dimulai biasanya diadakan atraksi adu kerbau bule (acara ini paling menarik), selama atraksi adu kerbau tersebut diselingi dan menjadi kebiasaan yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas, kerbau langsung mati (acara ini

Mapasilaga Tedong bukan merupakan kegiatan rutin yang terjadwal kegiatanya, karena acara ini tergantung dari permintaan keluarga lelulur yang meninggal tahun sebelumnya. Apabila suatu saat anda berkunjung ke Tana Toraja dengan mendengar ada akan diadakanya Upacara Adat Rambu Solo, maka hadirilah dan tontontlah, kalau anda menyukai jenis wisata budaya seperti ini.

Penulis: MasArif

Artikel lainnya: Apa itu Hina-Matsuri?

Comment di sini