Pak Yasonna Tolong Dengarkan, Remisi Koruptor Ditolak Publik

by
March 23rd, 2015 at 3:13 pm

CiriCara.com – Pada hari Kamis, 19 Maret 2015, saya mendapat kiriman keterangan pers yang dikirimkan Mas Hendri Satrio via layanan Whatspp. Mas Hendri ini, adalah seorang dosen di Universitas Paramidana. Di universitas ini, Mas Hendri, mengampu mata kuliah komunikasi politik. Mas Hendri juga bisa dikatakan, pengamat yang cukup laris manis komentarnya dikutip media-media. Bahkan wajahnya kerap nongol di layar kaca, ketika dimintai komentarnya atas suatu isu.

yasonna

Yasonna – Ist

Keterangan pers yang dikirimkan Mas Hendri via Whatsapp juga tentang isu aktual yang sedang hangat-hangatnya. Isu itu adalah rencana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, yang hendak melonggarkan pemberian remisi bagi koruptor dengan cara merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012 tentang Pengetatan Remisi.

Aturan pengetatan remisi bagi koruptor itu sendiri dibuat di era Susilo Bambang Yudhoyono jadi Presiden, sebelum digantikan Joko Widodo. Kala itu yang jadi Menteri Hukum adalah Amir Syamsuddin. Di saat itu juga, selain Menteri Hukum, Yudhoyono juga mengangkat Denny Indrayana, mantan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Di era Menteri Amir dan Wamen Denny itulah PP No. 99 tahun 2012 dilahirkan.

Nah, keterangan pers dari Mas Hendri sendiri isinya adalah hasil polling yang dibuat Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI). Mas Hendri sendiri di kedaiKopi, adalah juru bicaranya. Dalam keterangan persnya, Mas Hendri mengatakan, bahwa polling yang dilakukan kedaiKopi, adalah polling opini netizen yang dilakukan via situs www.uneg2politik.com. Polling opini kedaiKopi sendiri kata Mas Hendri dilakukan dari hari Senin 16 Maret sampai Kamis 19 Maret 2015 pukul 12.00 Wib.

Hasilnya bagaimana? Mari kita simak hasil polling yang dilakukan kedaiKopi tentang remisi bagi koruptor. Sebanyak. 83,47 persen atau 308 netizen dari 369 netizen yang jadi responden dalam polling tersebut, menyatakan tidak setuju bila koruptor diberi remisi. Lalu, berapa persen netizen yang mengamini rencana Pak Yasonna?

Menurut hasil polling kedaiKopi, netizen yang setuju koruptor diberi remisi hanya 4,88 persen atau 18 responden saja. Sisanya, sebanyak 11,65 persen atau 43 responden tak menjawab. Kata Mas Hendri, hasil polling itu tak terlalu mengagetkan. Ini hanya menguatkan saja, bahwa publik itu anti terhadap segala rencana yang akan melemahkan perang terhadap korupsi. Ini menunjukan publik memang sudah sangat alergi,bahkan muak dengan koruptor.

Hasil polling kedaiKopi ini juga kata Mas Hendri, sebuah pesan kuat bagi pemerintahan Jokowi-JK, bahwa jangan main-main dengan upaya pemberantasan korupsi. Ini juga pesan, agar Jokowi menguatkan semangat perang terhadap korupsi. Bukan justru melemahkan.

Jadi bagaimana Pak Yasonna, masih mau melanjutkan rencana yang banyak ditentang publik tersebut? Saran saya, dengarkanlah suara publik, karena mereka sudah terang benderang menentang rencana remisi bagi koruptor yang digulirkan bapak. Saran saya lainnya, coba dengarkan pula hati nurani bapak. Sekian

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini