Kisah Keselip Lidah Lulung Lunggana, UPS Jadi USB

by
March 24th, 2015 at 2:33 pm

CiriCara.com – Dalam drama perseteruan antara Gubernur Daerah Khusus Ibukota, Basuki Tjahaja Purnama dengan kalangan pimpinan dan legislator Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) Jakarta, hanya dua aktor utama yang mencuat ke permukaan dan langsung melesat jadi bintang, dibicarakan dimana-mana, baik di dunia nyata maupun di jagad maya. Dua aktor utama itu, adalah Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok sendiri dan satu aktor lainnya adalah Abraham Lunggana atau dikenal dengan panggilan Haji Lulung.

meme haji lulung

Meme Haji Lulung salah sebut USP jadi USB – Ist

Ahok mewakili ekskutif. Sementara Haji Lulung merepresentasikan kalangan anggota dewan. Drama berjudul perseteruan Ahok versus DPRD DKI Jakarta sendiri, dipicu oleh polemik rancangan anggaran ibukota. Ahok, menuding ada anggaran siluman yang nyelonong masuk ke rancangan anggaran. Jumlahnya kata Ahok, fantatis, mencapai 1,2 trilyun. Ahok pun kemudian mengumbar itu ke publik. Maka muncul-lah, anggaran pengadaan UPS atau uninterruptible power supply yang harga per unitnya bikin mata membeliak alias tak masuk akal, karena satu unit UPS dibanderol dengan harga 5 milyaran.

Ahok pun menuding kalangan dewan ada yang bermain memasukan anggaran siluman ke rancangan APBD DKI Jakarta. Tidak terima, kalangan dewan balik melawan dengan menggulirkan hak angket yang ditujukan langsung ke Ahok. Panggung pun ramai dengan aksi tuding menuding, serang menyerang via statement di media. Nah, dari kubu DPRD, muncul-lah satu nama yang kemudian tampil moncer dan terkenal dimana-mana. Nama itu adalah Haji Lulung.

Haji Lulung tampil bak juru bicara DPRD. Ia seakan jadi benteng bagi DPRD, menangkis segala ‘semburan’ pernyataan yang dilontarkan Ahok ke kalangan parlemen. Lihat saja aksi Lulung, memotong omongan Ahok, di acara mediasi yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri. Kala itu, Ahok dengan suara lantang meminta Wali Kota Jakarta Barat, menjelaskan kenapa anggaran pembelian UPS mampir ke rancangan anggaran. Wilayah Jakarta Barat, seperti diketahui menjadi wilayah yang paling banyak akan menerima UPS berharga fantastis itu. Belum juga Wali Kota Jakarta Barat, tampil bicara, Haji Lulung langsung sambar microphone dan memprotes Ahok. Debat pun terjadi. Ahok tak mau kalah, Lulung pun enggan mengalah. Debat kusir pun terjadi. Sampai akhirnya Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Yuswandi Tumenggung, memutuskan mengakhiri acara. Ahok pun pergi, tanpa salaman dengan Lulung Cs.

Usai acara Lulung langsung ditodong para wartawan untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam acara mediasi. Bak, selebriti dirubung awak media infotainment, Lulung tangkas menjawab setiap berondongan pertanyaan wartawan. Lalu terjadilah kisah keselip lidah Haji Lulung, hendak menyebut UPS, tapi yang keluar dari mulutnya kata USB. USB, jelas bukan UPS. Singkatan USB sendiri kepanjangannya adalah Universal Serial Bus. Dari sisi fungsi jelas sangat berbeda. Fungsi USB untuk menyimpan data, sementara UPS untuk menyimpan setrum.

Kala keselip lidah itu terjadi, para wartawan yang sedang ‘menodong’ Lulung sebenarnya sudah mengingatkan, bahwa Wakil Ketua DPRD itu salah sebut barang. Tapi, sepertinya Haji Lulung kurang’ngeh’ mengulang kata USB untuk menyebut kata UPS. Baru, setelah berkali diingatkan, Lulung sadar telah salah sebut barang, menukar UPS dengan USB. Apakah Lulung malu ketika itu, karena salah sebut barang yang dari sisi fungsi dan bentuk jauh berbeda? Saya tak tahu, hanya Haji Lulung, istrinyaa dan rumput bergoyang yang tahu.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini