Apa itu Suku Boti?

by
March 25th, 2015 at 1:17 pm

CiriCara.com – Suku Boti merupakan salah satu keturunan asli dari suku di Pulau Timor, Atoni Metu di wilayah Boti terletak 40 kilometer dari kota kabupaten Timor Tengah Selatan, So’e dan secara administratif sudah menjadi desa Boti kecamatan Kie. Letaknya sulit dicapai dan di tengah-tengah pegunungan, desa Boti tertutup dari peradaban modern dan perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah. Suku ini memiliki bahasa sendiri, bahasa Dawan namanya, sebagai bahasa sehari-hari.

suku boti

Suku Boti – Ist/Photobucket by Dhenzhu

Dalam bidang agama, suku Boti terkenal taat serta memegang teguh keyakinan tersebut, walaupun secara umum masyarakat suku Boti menganut kepercayaan Dinamisme. Halaika merupakan kepercayaan mereka, mereka memiliki satu hutan tempat mereka bersembah secara ritual. Memiliki satu altar persembahyangan untuk menyembah Dewa Langit (Uis Pah), setelah itu mereka menaiki bangunan seperti tangga sebanyak 99 anak tangga untuk kemusbah yang lebih tinggi mereka namakan musbah untuk Dewa Bumi (Uis Neno). Kedua dewa tersebut disembah dengan caranya sendiri-sendiri. Uis Pah disembah karena akan menjaga, mengawasi, melindungi manusia dan seluruh isinya. Uis Neno disembah karena dia menentukan masuk surge atau neraka.

Pada kehidupan keseharianya terdapat pembagian tugas antara kaum perempuan dan laki-lakinya. Para laki-laki (suami) mengurusi semua permasalahan di luar rumah, seperti bercocok tanam, berkebun atau berburu. Sedang para perempuan (istri) hanya mengurusi rumah tangga, seperti memasak, memberesi rumah. Mereka menganut monogamy yaitu beristri cukup satu saja. Bila seseorang telah menikah, maka rambut si istri dibiarkan memanjang dan dilarang dipotongnya, sehingga bila rambutnya terus panjang maka cukup menggelungnya seperti konde.

Dalam kesukuan, suku Boti dipimpin oleh seorang kepala suku yang secara turun temurun. Masyarakat Boti sangat mencintai kedamaian, bahkan beberapa aturan dibuat agar Uis Pah menjaga masyarakatnya. Misalnya adat ‘nyaji kaada’ yaitu bila ada pencurian dan ketangkap basah, maka pencuri tersebut tidak dihukum secara fisik, tapi justru si pencuri diuntungkan, yang diberikan benda yang sama dia curi. Menurut pemikiran mereka (suku Boti) jika seseorang melakukan pencurian berarti dia sedang kesusahan dan membutuhkannya, dan sebagai sama-sama satu suku berkewajibanlah untuk saling tolong menolong dan membantu.

Demikian tentang Suku Boti, bila ada salah satu anggota masyarakat yang ‘mencuri’ dianggap si pencuri karena sedang kesusahan atau membutuhkan sesuatu tetapi dirinya tidak mempunyai apa-apa. Sungguh unik.

Penulis: MasArif

Artikel lainnya: Apa itu Suku Bentong?

Comment di sini