Apa itu Suku Osing ?

by
March 25th, 2015 at 3:56 pm

CiriCara.com – Suku Osing atau Suku Using merupakan salah satu penduduk asli di Provinsi Jawa Timur yaitu Banyuwangi. Kata “Osing” artinya “Tidak”, sehingga timbul anekdot yang mengisahkan tentang keberadaan suku Osing itu sendiri, ketika orang asing bertanya kepada orang Banyuwangi dan bertanya :”apakah kalian orang Bali atau orang Jawa, maka dijawab oleh mereka dengan kata “Osing” yang berarti “tidak keduanya”

suku osing

Suku Osing – Ist

Suku Osing sering disebut juga sebagai Wong Blambangan. Sejarahnya bahwa suku Osing di akhir masa kekuasaan Majapahit sekitar tahun 1478 Masehi. Terjadilah perang saudara dan pertumbuhan kerajaan-kerajaan Islam terutama Kesultanan Malaka yang mempercepat jatuhnya kerajaan Majapahit,  setelah jatuh maka beberapa orang Majapahit mengungsi ke beberapa wilayah seperti Gunung Bromo (Suku Tengger), Blambangan (Suku Osing) dan Bali. Kedekatan sejarah ini yang terlihat jelas pada kehidupan Suku Osing yang sama persis dengan kebudayaan Majapahit. Suku Osingpun mendirikan kerajaan di Blambangan yang bernafaskan Hindu dan merupakan kerajaan terakhir.

Dalam segi bahasa, Suku Osing memiliki Bahasa Osing dan bahasa ini merupakan turunan dari Bahasa Jawa Kuno seperti halnya Bahasa Bali. Bahasa Osing sangat berbeda dengan Bahasa Jawa sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa Osing bukan merupakan dialek dari bahasa Jawa seperti anggapan orang dewasa ini.

Kepercayaan yang dianut oleh Suku Osing adalah Hindu-Budha seperti halnya Majapahit, namun lambat laun perkembangan kerajaan Islam di Pantura mengakibatkan agama Islam mudah menyabar di kalangan Suku Osing. Perkembangan Islam dan masukanya pengaruh luar di dalam kesukuan Osing dipengaruhi oleh usaha VOC dalam menguasai Blambangan.

Secara demografi Suku Osing dewasa ini menempati wilayah di beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi, terutama di kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Sempu, Glagah dan kecamatan Singojuruh, Giri, Kalipuro dan Songgon. Mata pencaharian Suku Osing pada umumnya sebagai petani dan sebagian lagi sebagai pedagang, dan pegawai di pemerintahan ada juga sebagai guru, tentara, karyawan atau pegawai lainnya.

Tradisi yang sampai sekarang masih dipertahankan dan turun-temurun adalah tradisi perang puputan yang sama persis dengan tradisi suku Bali, perang puputan berarti perang sampai daerah penghabisan. Demikian tentang suku Osing yang mendiami masyarakat di kabupaten Banyuwangi.

Penulis: MasArif

Artikel lainnya: Apa itu Suku Bima?

Comment di sini