Duh! Ada 5000-an Lebih Anak yang Mendekam di Penjara

by
March 25th, 2015 at 11:54 am

CiriCara.com – Saat masih menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar yang sekarang menjadi hakim konstitusi, pernah mengungkapkan sebuah fakta yang membuat kita miris. Kata Pak Patrialis Akbar ketika itu, ada sekitar 5000 lebih anak yang mendekam di penjara. Bahkan kata Pak Patrialis lagi, mungkin itu terus bertambah tiap tahunnya. Dan, kata mantan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, fakta tersebut hanya mengkonfirmasi sebuah kenyataan, bahwa tingkat kriminalitas di kalangan anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Atau mengkhawatirkan.

penjara

Ist

Membaca itu, saya pun tercenung. Apa yang salah dengan negeri ini, sehingga banyak generasi penerus sejarahnya harus hidup dibalik jeruji besi. Sistem pendidikannya yang salah? Mungkin, itu salah satu penyebabnya. Pendidikan menurut penilaian banyak kalangan lebih menitikberatkan pada angka, pada nilai, pada skor kelulusan. Tapi, pendidikan abai pada pembentukan karakter.

Mungkin penilaian itu benar adanya. Karena sejak Ujian Nasional (UN) dihadirkan, sepertinya seluruh energi siswa tersedot kesana, memastikan apakah mereka lulus atau tidak dalam UN. Ujian Nasional pun seakan jadi ‘teror’ yang kerap mendorong siswa jadi stress dan frustasi. Proses pendidik di sekolah pun tercurah sebagian besar kesana. Sementara pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, dan mental seperti dinomor duakan. Pada akhirnya, siswa yang lulus pun seperti tuna kepekaan, alias kering dari nilai-nilai humanis.

Belum lagi pengaruh dari luar, baik dari internet atau tayangan-tayanan televisi dan film. Sedikit banyak, itu mendorong para remaja berbuat diluar aturan. Di tambah, pergaulan yang kian permisif, pengawasan keluarga yang longgar, maka tersedialah lahan subur bagi kenakalan remaja. Diperparah, oleh pengaruh budaya hedonisme yang kian mengharus biru.

Data lain yang pernah diungkap Pak Patrialis saat ia masih jadi menteri, katanya jumlah penjara khusus anak sangat sedikit, tak sebanding dengan jumlah anak yang terlibat tindak kejahatan. Indonesia, menurut Pak Patrialis, baru memiliki 16 lembaga pemasyarakatan khusus anak. Sementara jumlah anak yang masuk penjara mencapai 5000 orang lebih. Pada akhirnya sebagian besar anak yang dipenjara, ditempatkan di tahanan orang dewasa. Meski berbeda blok, tapi tetap punya pengaruh.

Data yang memiriskan lagi datang dari Komisi Perlindungan Anak. Pada 2011, Komisi Perlindungan Anak, sempat melansir data, bahwa jumlah anak yang masuk penjara meningkat tajam. Komisi setidaknya menerima 1.851 pengaduan dari anak yang berhadapan dengan hukum. Tapi tiap tahun memang meningkat. Sebab pada tahun 2010, jumlah pengaduan anak berhadapan dengan hukum hanya 730 kasus.

Dari 1.851 pengaduan itu, lebih dari 50 persennya adalah kasus pencurian, disusul pemerkosaan, narkoba, lalu penganiayaan. Dan, 89,8 persen berakhir di penjara.

Data Komnas Perlindungan Anak, pada 2011 mencatat, berdasarkan data Kementerian Hukum ada 6000 lebih anak yang di tahan penjara dan kasusnya diajukan ke pengadilan. Dari 6000-an lebih anak yang diajukan ke pengadilan itu, 4000-an telah mendekam dipenjara.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini