Eksekusi Mati Sudah Jadi Tontonan “Reality Show”

by
March 25th, 2015 at 10:31 am

CiriCara.com – Pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, telah jadi isu hangat yang ramai dibicarakan, dan juga diberitakan. Isu ini, larismanis di bewarakan media. Terlebih setelah munculnya protes dari beberapa negara terutama dari Brasil dan Australia yang memprotes keras pelaksanaan hukuman mati terhadap warganya.

mati

Hukuman mati – Ist

Makin ramai lagi, setelah Perdana Australia Tony Abbott mengungkit bantuan mereka saat Aceh di landa tsunami. Di ungkitnya bantuan Australia oleh perdana menteri negara tersebut, memantik reaksi keras dari publik Indonesia. Lahirlah gerakan coin for Australia, sebuah gerakan yang mirip dengan coin for Prita. Gerakan ini, adalah gerakan sindiran terhadap pernyataan Australia yang mengkaitkan pelaksanaan hukuman mati atas dua warga Australia dengan bantuan yang pernah diberikan negeri Kanguru tersebut.

Dimana-mana muncul gerakan coin for Australia. Gerakan itu pun langsung disambar oleh media-media, baik lokal, nasional bahkan internasional. Pelaksanaan hukuman mati pun seakan jadi drama yang mendebarkan. Makin gaduh, ketika Presiden Brasil Dilma Rousseff ‘menolak’ menerima surat kepercayaan pemerintah Indonesia yang dibawa oleh Duta Besar RI untuk Negeri Samba, Toto Riyanto.

Ruang publik kian gaduh. Beragam statement, dari berbagai kalangan mulai dari politisi, pejabat, hingga akademisi mewarnai kanal-kanal pemberitaan. Kasus Presiden Brasil dan Australia pun jadi konsumsi media yang laris manis dibahas dari berbagai sudut. Ragam talk show di televisi dimunculkan. Pun, opini di surat kabar cetak dan radio. Mayoritas menganggap apa yang dilakukan PM Australia dan Presiden Brasil, telah mengancam kedaulatan Indonesia.

Namun yang pasti, semua momen di balik pelaksanaan hukuman mati tak luput dari sorotan media. Bagaimana suasana LP tempat terpidana mati mendekam disiarkan dengan lengkap. Pun kisah hidup si terpidana dari awal hingga jelang eksekusi, dikulik detil. Nusakambangan, yang akan dijadikan tempat eksekusi, adalah tempat yang paling lari manis dibidik media. Suasana jelang eksekusi di Nusakambangan digambarkan intensif. Drama pelaksanaan hukuman mati pun bagaikan sebuah tayangan reality show saja.

Ini pula yang membuat salah seorang komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nurcholis gundah. Di mata dia, tayangan atau pemberitaan seputar hukuman mati, sudah seperti tayangan program reality show. Semua diumbar. Dikulik dan disiarkan dari berbagai sisi. Pada akhirnya, itu jadi tekanan psikologis baik bagi si terpidana maupun keluarga terpidana. Nurcholis pun meminta, media jangan terlalu mengumbar itu. Pun pejabat yang terkait dengan pelaksanaan hukuman mati, agar tak berlomba-lomba memberi pernyataan di media.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel lainnya: Ragam Metode Hukuman Mati

Comment di sini