Menengok Geliat Bisnis Syahwat Negeri Sakura

by
March 25th, 2015 at 3:50 pm

CiriCara.com – Sejak kemarin Presiden Jokowi, melancong atau melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Jepang dan Tiongkok, adalah dua negara yang dituju. Presiden RI ke-7 yang mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

porno

Ilustrasi – Ist

Tulisan ini bukan hendak membicarakan tentang lawatan kenegaraan Jokowi ke dua negara tersebut, Tiongkok dan Jepang. Tulisan ini ingin bercerita tentang Jepang. Namun tulisan ini pun bukan hendak mengulas tempat wisata ciamik di negeri Sakura tersebut. Atau mau mengulik kehebatan pencapaian dunia teknologi di Negara berjuluk Matahari Terbit tersebut. Bukan, sekali lagi bukan tentang itu. Tapi tulisan ini hendak bercerita tentang geliat bisnis esek-esek di Negeri Sakura. Namun jangan ngeres dulu. Lewat tulisan ini saya tak hendak membicarakan seksinya Maria Ozawa atau biasa dikenal dengan nama Miyabi artis porno Jepang yang kepopulerannya sampai ke Indonesia, duh. Bahkan saking populernya,pernah ada film Indonesia dengan nama Miyabi.

Dunia esek-esek, terutama produksi film porno di Jepang adalah lahan bisnis tersendiri. Bahkan laba dari bisnis film porno sangat menggiurkan. Tapi, saya harap Indonesia tak meniru Jepang, menjadikan film porno sebagai lahan bisnis. Jangan sampai, bisa rusak dunia. Bisa rusak pula generasi bangsa. Jadi tulisan ini hanya semacam pengetahuan saja, penambah referensi.

Dari sebuah situs berita di Indonesia, yang saya baca beberapa waktu yang lalu saya mendapat sebuah informasi yang bikin saya tercengang. Di Negeri Matahari Terbit itu, tercatat hingga awal Desember 2014, ada 150 ribu artis yang bergiat di dunia film porno. Duh, banyak sekali.

Situs Tribunnews.com misalnya, pernah memuat ulasan tentang geliat bisnis film porno di Jepang. Dari 200 artis Jepang, dipastikan satu diantaranya adalah artis porno. Berita itu mengutip sumber anonim alias sumber yang tak mau disebutkan jatidirinya. Tapi, menurut Tribunnews.com, sumber anonim yang dikutipnya adalah orang yang aktif bergiat di industri film porno Jepang.

Menurut si sumber tersebut, dari 110 juta penduduk Jepang, 150 ribu diantaranya adalah artis yang bekerja di industri
film porno. Kata si sumber, dulu bayaran si artis porno bukan main mahalnya. Untuk tampil dalam satu film, honor satu artis bisa mencapai 10 juta yen. Namun sekarang, karena jumlah artis porno di Negeri Sakura melimpah, maka bayaran atau honor artis pemeran film, melorot. Mengutip berita Tribunnews.com, honor satu artis untuk bermain dalam satu film, mungkin hanya 50 juta rupiah saja. Itu pun tergantung kadar ketenarannya.

Ya, kalau pendatang baru, mungkin honornya hanya 50 ribu yen saja. Berita di Tribunnews.com, juga menungkap jumlah video porno Jepang yang beredar baik di internet dan media lain. Menurut berita di situs berita tersebut, jumlah video porno yang beredar baik di internet dan lainnya saat ini mencapaai 35 ribu judul film.

Informasi lain yang saya dapatkan dari situs Merdeka.com, katanya industri film porno di Jepang, adalah salah satu yang terbesar di dunia. Bahkan produksi film porno di Jepang mengalahkan Amerika Serikat,yang juga punya industri film porno. Di Jepang itu menurut Merdeka.com, 4000 video porno diproduksi tiap tahunnya. Semoga Indonesia, mengikuti Jepang dan Amerika Serikat. Masih banyak industri yang tak melanggar norma dan ajaran agama.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini