Rokok Elektrik Bukan Cara Terbaik Untuk Berhenti Merokok

by
March 25th, 2015 at 10:21 am

CiriCara.com – Setiap orang punya target pencapaian masing-masing di hidupnya. Misal, ingin menyudahi kebiasaan buruk lalu mensubtitusinya dengan pola hidup sehat. Bagi mereka yang rutin merokok, berjuang kembali memiliki pola hidup sehat bukanlah usaha yang bisa dilakukan instan. Karena cara yang ekstrem, misalnya dengan langsung mengambil sikap berhenti merokok, akhirnya hanya akan menyiksa. Beberapa dari mereka mencoba cara mudah yang dianggap lumrah, yaitu mengganti konsumsi rokok konvesional dengan rokok elektrik. Ironis, karena ternyata menggunakan rokok elektronik sebagai pengganti rokok konvensional bukanlah cara yang efektif. Bahkan bisa jadi faktor seseorang untuk mencoba merokok.

Rokok Elektrik

Rokok Elektrik – Ist

Rokok elektrik (roktrik) atau orang-orang umumnya menyebut e-cigarette. Terdiri dari tiga komponen, yaitu vaporizer, cadrige, dan penguap atau batrai. Pertama kali dikembangkan di Tiongkok pada tahun 2004. Rokok elektrik adalah Inhaler berbasis baterai yang mengandung Electronic Nicotine Delivery System (ENDS), Propilen glikol, Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG), dan zat perasa (8.000 jenis rasa). Zat perasa inilah yang menjadi daya tarik. Pada saat digunakan roktrik bekerja sama seperti rokok konvensional. Aliran udara yang mengalir dari mulut akan memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga baterai yang akhirnya akan mengaktifkan cahaya di ujung rokok.

Menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP (K), Kepala Badan Litbang Kesehatan mengatakan bahwa ada kemungkinan bahaya dari konsumsi rokok elektrik berasal dari cairan aerosolnya atau dari alatnya yang suatu waktu bisa meledak dan mengandung zat nikotin yang sudah pasti buruk bagi kesehatan. Prof. Tjandra menjelaskan roktrik belum bisa dimasukkan dalam kategori produk keseatan atau bukan. Di Indonesia, roktrik juga belum diresmikan karena masih menjadi bahan perbincangan dalam masyarakat dan pemerintah pun sedang memproses regulasinya. Karena roktrik masuk sebagai produk elektronik, bukan produk kesehatan. Dia mengaku, BPOM sedang meproses regulasi penggunaan roktrik di Indonesia. Jadi, roktrik belum bisa dibilang diperbolehkan atau tidak.

Adapun Prof. Tjandra menganjurkan masyarakat Indonesia harus terbiasa dengan hidup sehat dan mengatur bagaiman cara membangun hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. “Hidup sehat itu dengan mengatur gizi seimbang, istirahat cukup, stress dikelola, perbanyak aktivitas fisik, dan yang terpenting jangan merokok.”

Penulis: *SIAHAAN RONA*

Artikel lainnya: Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa?

Comment di sini