Sejarah Uang Koin

by
March 26th, 2015 at 10:26 am

CiriCara.com – Banyak orang yang suka dengan uang yang bersih, kaku, mulus dan agak hangat yang baru saja keluar dari mesin ATN. Apapun bentuknya uang memang selalu memikat hati. Akan tetapi karena uang kertas memiliki nilai lebih tinggi dan lebih sering digunakan, orang-orang cendrung menyepelekan uang koin. Tak jarang juga ada yang malu memegang uang koin atau sedikit agak kesal kalau dapat kembalian uang koin ‘receh’.

uang koin

Uang koin pecahan Rp 1.000 – Ist

Padahal kalau dipikir-pikir uang koin terbukti bisa jadi senjata ampuh. Apalagi bagi mahasiswa rantau yang ngekos, uang koin bisa jadi sarana untuk bertahan hidup. Ya lumayan bisa beli gorengan, kerupuk atau mie instan. Meski nilainya lebih rendah dari uang kertas. Sebenarnya uang koin menyimpan banyak makna juga banyak fungsi. Uang koin adalah uang tertua sebelum muncul perkembangan adanya uang kertas dan kini seiring berkembang teknologi muncul uang elektronik.

Coba kamu pikir, emang enak bayar parkiran ke abang-abang parkir pakai uang kertas Rp 2000 terus dia bilang enggak ada kembalian. Padahal biaya parkirnya cuma Rp 1.000. Biar enggak keliatan pelit, pasti kamu memilih untuk mengikhlaskan. Meski dalam hati agak kesel karena walau dikata rugi seribu kalau memang kantong lagi kering tetap aja lumayan nominal segitu untuk nyambung hidup lumayan bisa beli sebatang gorengan mendoan.

Kini saatnya kamu perlu menelusuri sejarah “pahlawan kecil” kamu itu. Uang logam atau koin dimulai di Efesus, Lydia, 650 SM atau sekarang Turki bagian Barat. Koin pertama terbuat dari electrum, yaitu campuran emas dan perak serta sedikit tembaga. Uang koin disebut ‘stater’ atau ‘standar’ dengan bentuk bulat pejal seperti kacang polong. Dengan berat 4,71 gram, koin terdahulu hanya mempunyai gambar di satu sisi dan tanda raja (pukulan) di sisi lain.

Pada awalnya uang koin diciptakan sebagai subtitusi alat pembayaran yang sah. Karena dirasakan adaya ketidakseimbangan dalam sistem pembayaran barter. Selain itu, uang koin juga tahan lama, tidak mudah rusak, dan mudah untuk dibawa. Logam yang dipilih untuk bahan baku membuat uang koin adalah emas dan perak. Dan nilainya bergantung dari kadar emas atau perak yang terkandung di dalam pembuatan uang tersebut.

Bangsa Yunani melihat uang koin tersebut kemudian membuat versi mereka sendiri. Sepanjang perjalanan masa bangsa Yunani lebih dikenal sebagai bangsa pembuat uang koin karena mereka mempunyai uang koin dengan bermacam bentuk yang unik. Akan tetapi seturu arus waktu dirasakan uang koin dirasakan kurang begitu efektif. Karena seiring kebutuhan masyarakat yang meningkat akan uang koin, maka diperlukan jumlah logam mulai yang lebih banyak. Namun, jumlah logam mulai saat itu berbatas. Hingga akhirnya munculah inovasi, dibuatlah uang kertas.

Penulis: *SIAHAAN RONA*

Comment di sini