Sampai April, Waspadai Puting Beliung

by
March 27th, 2015 at 1:38 pm

CiriCara.com – Waspadai puting beliung, demikian wanti-wanti yang diberikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pak Sutopo Purwo Nugroho. Peringatan itu disabling Pak Sutopo via layanan blackberry messenger-nya yang saya terima Jumat pagi ini, 27 Maret 2015.

Puting Beliung

Puting Beliung – Ist

Menurut Pak Sutopo dalam pesan blackberry messengernya, saat ini Sebagian besar wilayah di Indonesia mulai masuk musim pancaroba yaitu dari musim hujan menuju kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu sendiri, memprediksikan pada bulan April mendatang sudah mulai musim kamarau.

“Saat musim pancaroba maka ancaman puting beliung meningkat,” kata Pak Sutopo.

Kata Pak Sutopo, puting beliung adalah ancaman bencana yang nyata. Bahkan kehadirannya meningkat dari tahun ke tahun. Ia mencontohkan, pada tahun 2007, peristiwa puting beliung hanya tercatat 47 kejadian. Tapi pada tahun 2014 meningkat menjadi 512 kejadian. Dan, selama 6 tahun terakhir, jumlah bencana puting beliung adalah sekitar seperempat dari seluruh kejadian bencana di Indonesia.

“Selama Januari-Maret 2015, data sementara ada 215 kejadian puting beliung,” katanya.

Di pesan BBM-nya, Pak Sutopo juga mengungkapkan, bahwa intensitas dan frekuensi puting beliung beserta dampak yang ditimbulkan diperkirakan akan makin meningkat di masa mendatang. Kata dia, hal ini terkait dengan dampak perubahan iklim global, perubahan penggunaan lahan dan degradasi lingkungan. Karena itu dia mewanti-wanti Mmasyarakat untuk selalu waspada.

“Puting beliung umumnya hanya sesaat, kurang dari 10 menit,” katanya.

Diterangkannya pula tanda-tanda akan terjadinya puting beliung. Kata dia, ketika awan hitam di langit, kemudian datang angin kencang yang disusul hujan deras, maka itu isyarat akan datangnya puting beliung.

“Usahakan tidak berada di sekitar pohon, papan reklame, atap bangunan yang kurang kuat. Berlindunglah di dalam bangunan yang kokoh,” katanya memperingatkan.

Pak Sutopo juga menginformasikan, dalam tiga hari terakhir dari tanggal 23 Maret sampai 25 Maret 2015, bencana puting beliung terjadi di 15 daerah yaitu di Kabupaten Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Kulonprogo, Sragen, Sukabumi, Sleman, Trenggalek, Demak, Purwokerto, Gunungkidul, Lampung Utara, Pekanbaru, dan Bengkulu Tengah. Dampak yang ditimbulkan, tercatat 3 orang meninggal, serta lebih dari 215 rumah rusak, dan ratusan pohon tumbang.

Seperti puting beliung yang terjadi di Kecamatan Minggir, Seyegan, Tempel, dan Turi Kabupaten Sleman misalnya pada Rabu 25 Maret 2015 yang menyebabkan 3 orang meninggal, 2 luka dan 23 rumah rusak. Pada Selasanya, 24 Maret 2015 terjangan puting beliung juga terjadi di Kecamatan Salam, Pakis, dan Ngluwar Kabupaten Magelang yang menyebabkan  34 rumah rusak ringan dan 4 rumah rusak berat.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini