Apa Itu HHI?

by
March 30th, 2015 at 2:20 pm

CiriCara.com – Indonesia, adalah salah satu negara pemilik hutan tropis terbesar di dunia. Namun kini kondisi hutan di negeri berjuluk zamrud khatulistiwa itu kian mengkhawatirkan. Laju deforestasi kian tak terbendung. Perlu ada upaya bersama untuk menyelematkan hutan Indonesia. Sebab dengan menyelamatkan hutan, sama saja kita menyelamatkan masa depan anak cucu kita nanti. Hutan rusak, sama saja masa depan generasi berikutnya terancam. Hutan bukan sekedar paru-paru dunia, tapi juga adalah tanda dari keberlangsungan sebuah masa depan bangsa.

Hari Hutan Internasional

Hari Hutan Internasional – Ist/Dok.bem.fp.uns.ac.id

Pada suatu sore saya mendapat kiriman email dari Yayasan Keanekaragaman Hayati atau Yayasan Kehati. Yayasan ini konsennya memang di bidang keanekaragaman hayati. Kali ini, kiriman email dari Yayasan Kehati, bukan tentang kegiatan yang sedang mereka lakukan. Tapi dalam pesannya mereka bicara tentang Hari Hutan Internasional atau disingkat HHI.

Hari Hutan Internasional sendiri memang sepertinya belum familiar di telinga. Mungkin baru familiar di kalangan para aktivis penggiat lingkungan hidup. Kita lebih familar mendengar Hari Ibu, Hari Perempuan, dan hari-hari besar lainnya. Namun untuk Hari Hutan Internasional, sepertinya, khususnya saya kurang begitu akrab mengenalnya. Saya kira, Hari Hutan Internasional perlu disosialisasikan dengan gencar, karena sangat penting.

Mengutip kiriman pesan elektronik yang saya terima dari Yayasan Kehati, Hari Hutan Internasional atau HHI itu adalah Hari Hutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui salah satu resolusinya. Resolusi PBB tentang Hari Hutan Internasional, bernomor 67/200 tahun 2012. Berdasarkan resolusi PBB itu, Hari Hutan Internasional, jatuh atau dirayakan setiap 21 Maret.

Tujuan dari peringatan Hari Hutan Internasional itu sendiri adalah untuk menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan semua jenis hutan dan pohon di luar dan di dalam hutan. Lewat Hari Hutan Internasional tersebut, diharapkan negara-negara anggota dapat melakukan upaya-upaya di tingkat nasional maupun internasional untuk mempromosikan peran penting hutan dan pohon.

Menurut Yayasan Kehati dalam pesan elektroniknya, PBB untuk Hari Hutan Internasional 2015 telah menetapkan sebuah tema. Tema untuk Hari Hutan Internasional 2015 adalah, Forest, Climat, Change. Arti dari tema tersebut adalah hutan mempunyai peranan penting dalam dinamika iklim, dan hubungan tersebut diwarnai dengan berbagai perubahan, termasuk perubahan iklim.

Mengutip isi pesan elektronik Yayasan Kehati, perubahan juga bisa bisa diartikan lebih luas, yakni seperti perubahan tata pemerintahan, dimana misalnya pemerintah Indonesia menekankan norma pembangunan menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan titik tekan ketimpangan dan kerusakan lingkungan, yang bertumpu pada semhilan prinsip atau Nawa Cita untuk kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini