Modus Gabung ISIS dari Paket Wisata Hingga Umroh

by
March 31st, 2015 at 9:48 am

CiriCara.com – Nama The Islamic State of Iraq and Syria atau ada yang menyebut Islamic State of Iraq and Syam, atau disingkat ISIS, kini tengah mendunia. Sepakterjangnya di Suriah dan juga Irak, membuat dunia bergetar. Bahkan, Amerika Serikat bersama dunia internasional, mesti harus turun tangan, mengirimkan pesawat-pesawatnya ke Suriah dan Irak, untuk menyerang basis-basis ISIS yang berhasil menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah.

ISIS

ISIS – Ist

Tidak hanya negeri Abang Sam yang akhirnya merasa perlu ikut turun tangan, menjatuhkan bom. Tapi, Iran, negara yang selama ini jadi seteru abadi Amerika Serikat, untuk soal memerangi ISIS, bisa dikatakan bahu membahu menyerang kantong-kantong pertahanan dari kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut. Iran, membantu milisi Kurdi, Syiah, dan pasukan pemerintah Irak, memerangi ISIS. ISIS pun seakan jadi musuh bersama. Namun, ISIS bak magnet, menarik banyak milisi dari berbagai negara untuk bergabung. Bahkan banyak milisi selain dari tanah Timur Tengah, datang pula dari bumi Eropa. Dan yang menyentak publik, ‘pasukan’ ISIS pun ada yang berasal dari Indonesia. Jumlahnya pun mencapai ratusan.

Demikian informasi yang pernah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang banyak dikutip media-media. Dalam pernyataannya, mantan Sekretaris Jenderal PDIP itu menyebut, bahwa WNI yang telah bergabung dengan ISIS, jumlahnya mencapai 500-an orang lebih. Tentunya itu bukan jumlah yang sedikit. Pemerintah pun cemas. Maka, dirancanglah sebuah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu yang khusus untuk menangkal warga negara Indonesia bergabung dengan ISIS.

Mendagri, Tjahjo Kumolo juga mengungkap beberapa modus yang dipakai ISIS untuk merekrut anggota dan simpatisannya. Modus ini banyak dipakai WNI-WNI yang kemudian bergabung dengan ISIS. Kata Tjahjo, WNI yang bergabung dengan ISIS ada yang menggunakan modus mengikuti paket wisata, misal ke Turki. Tentu kita ingin kisah 16 WNI yang menghilang, sesaat tiba di Turki. Ke-16 WNI itu adalah bagian dari rombongan yang mengikuti paket wisata ke Turki yang diadakan sebuah biro travel.

Turki sendiri adalah negara paling dekat dengan Suriah. Dari Turki, mereka yang berniat bergabung dengan ISIS, mudah masuk ke Suriah. Modus lainnya, kata Tjahjo, adalah memakai modus umroh. Mereka yang pro ISIS, memakai ibadah umroh untuk memuluskan niatnya bergabung dengan kelompok Abu Bakr al-Baghdadi tersebut. Setelah menjalani umroh, mereka kemudian tak kembali, tapi menghilang. Tiba-tiba sudah terdeteksi ada di Suriah, bergabung dengan ISIS. Dua modus inilah, menurut Tjahjo yang kerap dipakai para simpatisan atau WNI pro ISIS untuk pergi masuk Suriah dan ikut berperang bersama ISIS.

Dan, 500-an WNI yang terdeteksi pemerintah, sudah bergabung dengan ISIS. Wajar bila kemudian pemerintah cemas. Karena mereka ketika pulang, tentunya akan ikut membawa paham atau ideologi yang dianut ISIS. Karena itu, pemerintah pun mewacanakan terbitnya sebuah Perppu, yang memungkinkan pihak imigrasi menangkal atau mencegah WNI yang diduga hendak bergabung dengan ISIS.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini