Apa Itu Minahasa?

by
April 1st, 2015 at 9:14 am

CiriCara.com – Jika mendengar kata Minahasa, orang sudah bisa menebak bahwa itu berhubungan dengan Sulawesi. Yap, benar! Minahasa adalah salah satu suku bangsa di Nusantara. Mereka berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

minahasa

Orang Minahasa – Ist

Suku Minahasa terbagi menjadi sembilan etnik kecil, yakni Babontehu, Bantik, Pasan Ratahan, Ponosakan, Tombulu, Tontemboan, Tondano, Tonsawang, dan Tonsea. Orang Minahasa menyebut diri mereka orang Manado, Kawanua, atau Touwenang (orang Wenang). Orang Minahasa sendiri lebih dikenal sebagai orang Manado.

Dalam mitologi Minahasa, dikenal banyak dewa yang disebut empung atau opo. Dewa tertinggi adalah Opo Wailan Wangko. Masyarakat Minahasa telah mengenal kepercayaan yang mempunyai konsep dunia gaib, makhluk, dan kekuatan adikodrati. Unsur-unsur kepercayaan tersebut terlihat dari penerapan dalam upacara adat, seperti masa hamil, kelahiran, pernikahan, dan kematian.

Adakah adat pernikahan suku ini? Secara umum, setiap orang di Minahasa diperbolehkan memilih pasangan hidupnya tanpa paksaan orang tua. Dahulu, ada adat eksogami, dimana orang wajib menikah dengan orang di luar famili. Setelah menikah, pengantin baru tinggal menurut aturan neolokal (tinggal di tempat baru). Dalam adat Minahasa, tradisi neolokal disebut tumampas.

Salah satu keunikan suku Minahasa ialah tempat kuburnya. Kubur batu atau makam orang Minahasa disebut waruga. Waruga terbuat dari batu monolit, berbentuk kotak berongga dengan penutup berbentuk atap rumah. Baik waruga maupun penutupnya, dihias dengan pahatan yang menggambarkan profesi orang tersebut sebelum meninggal. Unik, ya? Untuk menyaksikan kuburan kuno ini, Anda harus berkunjung ke Desa Sawangan, Airmadidi, Minahasa Utara.

Masyarakat Minahasa sering melakukan kegiatan kerja sama dan tolong-menolong yang disebut mapalus. Mapalus tak hanya mencakup kalangan kerabat, namun mencakup masyarakat lebih luas, seperti rukun tetangga, kampung, hingga kecamatan. Setiap kelompok mapalus memiliki ketua atau pemimpin yang disebut tu’a im palus.

Musik tradisional yang populer adalah musik kolintang. Alat musik ini terbuat dari sejumlah kayu yang panjangnya beragam. Sehingga, nada-nada yang dihasilkan berbeda. Biasanya, untuk memainkan sebuah lagu selalu dibutuhkan sejumlah kolintang agar menghasilkan kombinasi suara yang bagus. Lalu, apa alat musik tradisional dari daerahmu?

Penulis: Khaeriya

Comment di sini