Apa itu Suku Bungku?

by
April 1st, 2015 at 3:36 pm

CiriCara.com – Kesukuan di Indonesia banyak ragamnya dari bahasa, dialek, adat istiadat, tradisi,agama, mata pencaharian,dan suku-suku tersebut patut dikenali dan dipertahankan kebaradaanya, kali ini penulis akan mengulas sekilas tentang Suku Bungku, sebagai berikut:

peta daerah bungku

Peta Bungku – Ist

Suku yang mendiami di provinsi Sulawesi Tengah adalah suku Bungku, suku tersebut tersebar di Kecamatan Bungku Utara, Kecamatan Bungku Selatan dan Bungku Tengah, adapun populasi suku tersebut diperkirakan sekitar 22 ribu orang. Suku Bungku sering menyebutkan dirinya sebagai “Tobungku” dan mereka berbicara dengan dialek sendiri yaitu bahasa Bungku atau Tobungku. Tingkatan bahasanya dibagi menjadi empat tingkatan seperti, bahasa amat halus, halus, sedang, dan kasar. Mayoritas suku Bungku mendiami di pesisir pantai dan masa lalu orang Bungku dikenal sebagai salah satu suku bangsa dari Kerajaan Maritim.

Dahulu kala suku Bungku sangat dekat dengan orang Bugis, ketika penyebaran orang-orang Islam Bugis masuk ke wilayah suku Bungku sehingga masyarakatnya Bungku pun menganut Islam Sufi yang taat. Beberapa pengamalan yang dipertahankan hingga saat ini adalah budaya Islam yang sangat kental, terlebih dengan adat istiadatnya dan kesenianya masih mengandung unsur Islami. Sistem kemasyarakatan suku Bungku dibedakan oleh beberapa struktur seperti masyarakat raja (pau), bangsawan (mokole), rakyat biasa atau budak (ata). Dan sistem kekerabatannya yang dianut oleh suku Bungku dinamakan tepoalu petutua’ia.

Kesenian suku Bungku sangatlah beragam seperti seni beladiri silat seperti kuntaw dan manca, seni tetabuhan atau tatabua, ndengu-ndengu, ganda dan rebana. Mata pencaharian suku Bungku pada umumnya sebagai petani, peladang, dan bercocok tanam seperti sayuraan, buah-buahan. Beberapa tanaman keraspun ditanamnya seperti cocoa, kelapa. Selain itu sebagai pedagang, pegawai negeri dan lain-lain

Suku Bungku dalam kehidupan sehari-harinya mempunyai delapan pesan filsafat yang secara turun-temurun tidak pernah pudar:

  1. Keseimbangan antara keterampilan dan pengetahuan
  2. bertingkah laku sesuai dengan tuntunan adat istiadat.
  3. hidup sendiri, berdiri sendiri atau berjalan sendiri.
  4. taat terhadap orang tua merupakan kewajiban seorang anak.
  5. disiplin dan cermat
  6. tanggung jawab,
  7. kejujuran
  8. rasa pengabdian yang tinggi

Demikian tentang suku Bungku dan delapan pesan filsafat yang suku Bungku pertahankan hingga turun-temurun.

Penulis: MasArif

Comment di sini