Musim Pancaroba, Banjarnegara Dilanda Banjir Bandang

by
April 2nd, 2015 at 9:15 am

CiriCara.com – Bulan Maret-April ini, merupakan musim pancaroba, atau masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Pada Januari hingga Maret kemarin, intensitas hujan memang cukup tinggi. Di bulan-bulan itu, banyak daerah yang dilanda banjir, termasuk Jakarta yang dihajar banjir cukup besar.

banjir

Kondisi rumah yang diterjang banjir bandang di Banjarnegara – Ist/rri.co.id

Namun dimusim pancaroba ini, bukan berarti bencana banjir sama sekali tak ada. Intensitas banjir memang mulai menurun. Tapi, bukan berarti reda sama sekali. Rabu siang, 1 April 2015, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Sutopo Purwo Nugroho via layanan broadcast messengernya kembali mengabarkan tentang banjir yang melanda wilayah Banjarnegara dan Purworejo, dua daerah yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Kata Pak Sutopo dalam broadcast messengernya hujan berintesitas tinggi selama musim pancaroba ini masih banyak turun di beberapa wilayah di Indonesia. Ditambah lagi adanya degradasi lingkungan, penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana serta masih terbatasnya infrastruktur pengendali banjir telah menyebabkan potensi bencana masih cukup tinggi.

Dan, banjir pun masih belum reda. Pak Sutopo menginformasikan, wilayah Banjarnegara, dilanda banjir. Banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur Banjarnegara, Selasa, 31 Maret 2015. Akibat hujan itu, sungai atau kalo Bombong meluap. Banjir pun tak bisa dicegah, menerjang Desa Jenggung yang ada di Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Hujan kata Pak Sutopo turun mengguyur sekitar pukul 17.30 Wib. Kata dia, banjir menyebabkan 2 rumah hanyut. Tujuh rumah lainnya rusak ringan. Dan satu jembatan yang menghubungkan Desa Cipedang Kecamatan Banjarmangu dengan Desa Mlaya Kecamatan Punggelan putus.

Banjir juga menyebabkan 36 KK atau 119 jiwa terpaksa harus mengungsi ke rumah warga yang lebih aman. Saat ini, BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat tengah melakukan penanganan dan pendataan. BPBD Provinsi Jawa Tengah telah mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan, selimut dan tikar kepada pengungsi.

Pak Sutopo juga dalam broadcast messengernya menginformasikan bahwa banjir tak hanya terjadi di Banjarngara, tapi juga melanda Purworejo. Saat ini kata Pak Sutopo, penanganan darurat banjir di Purworejo masih dilakukan. Di Purworejo malah tak hanya banjir, tapi juga terjadi longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Pituruh, Kecamatan Kemiri, dan Kecamatan Kaligesing. Dilaporkan satu orang tewas dan 10 rumah rusak serta beberapa ruas jalan tertimbun longsor.

Informasi lainnya yang disampaikan Pak Sutopo, hujan juga telah menjebol tanggul Sungai Gebang Gede. Akibatnya banjir tak bisa dicegah. Sebanyak 637 KK terdampak langsung oleh banjir. Mereka ada di 16 desa yang terendam banjir. Banjir juga membuat sekitar 200 rumah rusak. Daerah yang terparah mengalami banjir adalah di Desa Sawangan Kecamatan Pituruh. Di sana, dilaporkan 57 rumah rusak berat, 88 rumah rusak sedang-ringan, 3 jembatan putus dan ratusan hektar sawah terendam banjir. Banjir di Desa Kaliglagah Kecamatan Pituruh juga menyebabkan 5 rumah rusak berat dan 43 rumah rusak sedang-ringan.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini