Uniknya Kebudayaan Nias

by
April 2nd, 2015 at 8:58 am

CiriCara.com – Tahukah kamu tentang suku Nias? Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Nias beribukota di Gunung Sitoli. Adat dan kebudayaannya masih tinggi.

Kebudayaan Nias

Kebudayaan Nias – Ist

Masyarakat pulau Nias menyebut daerah mereka dengan istilah Tano Niha. Dalam bahasa mereka, ‘tano’ berarti tanah dan ‘Niha’ berarti manusia. Sedangkan masyarakat Nias menamakan diri mereka Ono Niha. ‘Ono’ artinya anak atau keturunan.

Masyarakat Nias Kuno hidup dalam budaya megalitikum karena telah ditemukannya peninggalan berupa batu-batu besar di pedalaman pulau Nias. Hukum adat Nias disebut fondrako yang mengatur segala segi kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga kematian. Menurut masyarakat Nias, manusia berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “sigaru tora’a”. Namun, pohon itu bukan berada di pulau Nias, melainkan di tempat bernama “teteholi ana’a”.

Kedatangan manusia ke pulau Nias pertama kali dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki sembilan orang putra yang diusir dari teteholi ana’a karena perebutan tahta. Kesembilan putra itulah yang pertama kali menginjakkan kaki di pulau Nias. Kemudian, sembilan putra ini menghasilkan keturunan hingga menjadi ratusan marga.

Tak hanya India, masyarakat Nias mengenal sistem kasta. Bahkan, ada dua belas kasta. Kasta tertinggi adalah Balugu. Untuk mencapai tingkatan Balugu, seseorang harus mampu mengadakan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor babi dalam waktu berhari-hari.

Nias memiliki rumah adat yang sangat menarik. Rumah tradisional Nias yang tertua dan terluas dinamakan Omo Sebua. Rumah yang berlokasi di desa Bawomatolua ini memiliki tinggi bangunan mencapai 22 meter. Beberapa tiang bangunannya memiliki ketebalan lebih dari satu meter. Rumah ini masih dimiliki dan ditempati oleh keluarga kerajaan.

Dalam kebudayaan Nias, tarian tradisional merupakan hal penting. Ada tarian Maluaya, yaitu tari perang. Tarian ini terkenal di seluruh daerah Nias, tetapi di bagian utara Nias tarian ini disebut Baluse. Menari Maluaya atau Baluse dilakukan oleh sedikitnya dua belas pria. Namun, lebih banyak penari akan lebih baik.

Selain keunikan budayanya, Nias memiliki andalan pariwisata. Ada desa adat di Bawomatolua dengan tradisi yang sangat terkenal, yaitu lompat batu. Selain itu ada pantai Sorake, Lagundri, dan peninggalan purbakala. Jadi, tertarikkah Anda untuk mengunjungi pulau unik ini?

Penulis: Khaeriya

Artikel terkait: Tradisi Lompat Batu ala Orang Nias.

Comment di sini