Apa itu Penyusutan Plan Assets?

by
April 6th, 2015 at 3:48 pm

CiriCara.com – Sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai penjelasan singkat tentang apa yang dimaksud dengan plant assets itu. Dalam penjelasan itu saya juga sudah menjelaskan bahwa semua plant asset akan mengalami yang namanya penyusutan nilai kecuali tanah. Kenapa? Karena tanah tidak perlu biaya tambahan malahan harga tanah akan semakin naik setiap waktunya. Nah, penyusutan sendiri itu apa sih?

banyak utang

Terlilit utang – Ist

Penyusutan adalah hal yang dilakukan untuk alokasi dari biaya awal suatu asset (khusus asset tetap kecuali tanah atau land) menjadi sebuah beban. Kenapa? Karena pada intinya kemampuan awal suatu asset yang kita beli dengan sebuah harga, semakin tahun tidak akan sama lagi kemampuannya begitu juga produktiivtasnya karena itu, kita juga harus mengurangi nilai asset melalui yang namanya penyusutan atau beban penyusutan.

Penysutan ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan penyusutan akan dilakukan melalui beberapa cara yang sistematis tentunya. Karena, pada dasarnya setiap asset pasti mempunyai yang namanya masa manfaat asset tetap tersebut. Berikut beberapa metode penyusutan asset tetap atau plant assets.

1. Straight Line (Garis Lurus)

Cara mencari beban penyusutan suatu asset tetap dengan metode straight line adalah dengan cara harga awal asset tetap dikurang dengan nilai sisa atau yang disebut dengan residual value lalu hasil pengurangan itu, dibagi selam masa manfaat asset. Jadi, nilai penyusutan tiap tahun akan selalu sama.

2. Units of Activity (Aktivitas Asset)

Biasanya metode ini berlaku pada asset tetap yang berhubungan dengan proses produksi dan penjualan misalnya mesin dan kendaraan. Nah, metode ini caranya adalah dengan harga awal asset dikurangi dengan nilai sisa asset lalu dibagia dengan jumlah lama kerja suatu asset (biasanya dalam jam). jadi, tiap asset dalam satu waktu penyusutannya tidak sama.

3. Declining Balance

Nah, metode ini mempunyai perbedaan dari ekdua metode di atas. Dimana metode ini tidak memperhatikan nilai residu dari asset. Jadi 100% dikali dengan dua lalu dibagi dengan masa manfaat dan dikali dengan nilai buk dari asset, jadi tidak ada peran nilai residu dalam perhitungannya.

Nantikan pembahasan lainnya seputar ilmu pengetahuan di artikel selanjutnya. Selamat hidup sukses. Semoga bermanfaat.

Penulis: -Secret OL-

Comment di sini