Apa itu Psikosomatis?

by
April 6th, 2015 at 3:19 pm

CiriCara.com – Pernah kah kamu merasa sakit perut saat menghadapi wawancara, ujian, atau tampil di depan umum? Atau, kamu merasa pusing atau sakit fisik lainnya namun saat berobat ke dokter tidak ditemukan penyakit apa pun. Jangan buru-buru menyimpulkan kamu kenal teluh, santet, dan sebagainya. Bisa jadi kamu terserang psikosomatis, yaitu sakit fisik yang disebabkan kondisi kejiwaan atau stres.

sakit pikiran

Psikosomatis – Ist

Apa itu Psikosomatis?

Psikosmatis adalah segala penyakit yang disebabkan oleh kondisi emosi atau kejiwaan seseorang. Penyakit tersebut bisa berupa sesak nafas, pusing, lemas, insomnia, maag, penyakit kulit, jantung, bahkan sampai pada kelumpuhan.

Banyak orang yang tidak mengetahui hal ini. Mereka berobat ke mana-mana namun tidak kunjung sembuh. Psikosomatis muncul akibat banyak pertentangan atau konflik dalam diri seseorang sehingga menimbulkan ketegangan jiwa.

Reaksi

Psikosomatis yang mudah kita kenali adalah saat terjadi bencana misalnya kebakaran, bencana alam, kejahatan, kerusuhan, dan lain-lain. Pada saat itu, tubuh seseorang umumnya akan gemetar atau ingin kencing. Reaksi ini juga bisa muncul saat kita pertama kali berbicara di depan umum.

Ada juga reaksi yang muncul dalam waktu lama. Ini disebabkan pertentangan emosi yang terus menumpuk. Emosi semacam ini kerap menimbulkan penyakit berat. Beban emosi seperti sakit hati, kekerasan dalam rumah tangga, kehilangan seseorang, kesedihan, korban perceraian, dan sebagainya merupakan penyebab reaksi psikosomatis jangka panjang.

Bagaimana Prosesnya?

Ada beberapa hukum pikiran dan emosi tubuh. Pertama, pikiran yang secara konsisten kita yakini akan mengakibatkan perubahan tubuh. Misalnya, jika seseorang sangat percaya dan yakin dirinya sakit jantung maka ia akan terkena sakit jantung. Begitu juga saat kita percaya bahwa kalau hujan-hujanan maka akan terserang flu.

Kedua, secara tidak sadar, seseorang mengharapkan sakit tertentu. Hal ini memicu perasaan tidak nyaman yang sebenarnya adalah bentuk komunikasi antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Pikiran ini bisa timbul karena keinginan memperoleh perhatian dari seseorang atau ingin menghindari beban tanggung jawab.

Psikosomatis timbul akibat konflik dalam diri yang tidak dapat diselesaikan atau disalurkan dengan baik. Psikosomatis timbul akibat reaksi emosi yang tidak diperhatikan atau ditanggapi penderita. Reaksi perasaan atau emosi tersebut merupakan sinyal dari pikiran bawah sadar. Saat tidak diperhatikan, sinyal tersebut meningkat menjadi gangguan fisik.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini