“Cinta Indonesia” untuk Rakyat Vanuatu

by
April 6th, 2015 at 2:05 pm

CiriCara.com – Pada hari Jumat, 3 April 2015, siklon atau topan tropis Pam berkecepatan 320 kilometer per jam telah meluluhlantakkan Republik Vanuatu. Demikian informasi yang saya terima dari Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Sutopo Purwo Nugroho melalui layanan broadcast messengernya yang saya terima Sabtu, 4 April 2014.

Republik Vanuatu

Topan Republik Vanuatu – Ist/Unicef

Dalam broadcast messengernya Pak Sutopo mengatakan, Vanuatu sendiri adalah negara kepulauan di Samudera Pasifik bagian selatan di sebelah barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Negara tersebut lusanya hanya 12.189 kilometer persegi. Terdapat 83 pulau di Vanuatu. Saat ini negara tersebut berpenduduk 266.937 jiwa. Jumat, 3 April 2015 kata Pak Sutopo, negara tersebut dihantan topan Paam. Dan akibatnya, terjadi kerusakan besar di negara kepulauan tersebut.

Dilaporkan kata Pak Sutopo, topan Pam telah mengakibatkan 24 orang warga Vanuatu tewas. Dampak lainnya, sekitar 70 persen wilayah Vanuatu luluh lantak dihantam topan Pam. Pemerintah Vanuatu telah meminta bantuan internasional untuk penanganan bencana. Salah satu yang memberikan uluran bantuan adalah Pemerintah Indonesia. Menurut Pak Sutopo, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan pemerintah Vanuatu untuk pengiriman bantuan kemanusiaan. Bantuan ini sebagai tanda cinta rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Vanuatu yang sedang di dera kesulitan akibat hantaman topan Pam.

Kata Pak Sutoo, setelah melalui berbagai persiapan dan koordinasi maka pada Sabtu 4 April 2015, pukul 07.30 WIB, Indonesia mengirimkan bantuan senilai 2 juta dolar Amerika untuk negera tersebut. Pengiriman bantuan dilepas oleh Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi, didampingi Kepala BNPB, Syamsul Maarif, bersama anggota DPR RI Komisi VIII dan pejabat lain di bandara Soekarno-Hatta.

Pak Sutopo pun kemudian mengutip keterangan yang diungkapkan Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto. Dalam keterangannya Tri Budiarto merinci bantuan sebanyak 2 juta dolar Amerika yang diberikan untuk Vanuatu. Bantuan terdiri dari uang tunai 450.000 dollar Amerika, paket makanan, selimut, tenda dan sebagainya. Rincian lengkapnya adalah 1.000 paket lauk pauk, 6.000 paket makanan tambahan gizi, 6.000 paket makanan siap saji, 2.000 paket makanan biscuit, 149 dus MP-ASI, 333 dus PMT ibu hamil, 500 paket kids ware, 7,500 selimut, 26 dus solar sel, 200 unit tenda keluarga, dan lainnya.

Pak Sutopo menambahkan, bantuan tersebut diangkut dengan dua pesawat yakni Airbus 330 Garuda Indonesia  dengan muatan 35 ton dan Boeing 737 Cardig dengan muatan 14 ton. Selain itu juga diberangkatkan 19 personil dari BNPB, Kemenlu, Kemenko PMK, Kemenkes, Kemensos, PMI, BPBD Papua, BPBD Papua Barat, SRC PB, dan wartawan media nasional.

Dari sebuah berita media online saya juga mendapat berita tentang bantuan Indonesia untuk Vanuatu. Dalam berita tersebut dikutip keterangan Menteri Luar Negeri RI, Retno L Marsudi. Dalam keterangannya, Retno mengatalan bantuan Indonesia, merupakan bentuk solidaritas dan hubungan khusus kedua bangsa yang memiliki latar belakang dan warisan budaya Melanesia.

Dari keterangan yang dimuat Wikipedia tentang Vanuatu disebutkan bahwa Vanuatu adalah republik atau sebuah negara yang berbentuk kepulauan. Posisi Vanuatu ada di Samudra Pasifik bagian selatan. Dari sisi letak, Vanuatu berada di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Sebagai negara kepuluan, Vanuatu terdiri dari 83 pulau yang dibagi dalam 6 provinsi yaitu, Malampa, Penama, Sanma, Shefa, Tafea dan Torba.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini