Facebook Sukses Merubah Gaya Komunikasi Masyarakat

by
April 6th, 2015 at 9:42 am

CiriCara.com – Media sosial, terutama Facebook dan Twitter, plus ditambah Instagram serta Path, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat, terutama di perkotaan. Tapi, sekarang jangan salah, di pedesaan pun Facebook terutama, telah menjadi ‘kalangenan’ warga, muda maupun tua. Tak punya akun Facebook rasanya tak lengkap. Tidak Facebook-an, seperti sayur asam tanpa garam.

facebook

Facebook – Ist

Maka, tukang ojek, pengangguran, bahkan petani yang melek handphone menjadikan facebook sebagai bagian dari cara berkomunikasi mereka. Komunikasi verbal pun kian jarang. Mereka mulai suka, menulis status atau chating dengan seseorang untuk mengobrol. Satu sisi ini positif, karena ruang komunikasi mereka tak lagi dibatasi sekat. Mereka kini bisa merentang jejaring, tak hanya dalam lingkup wilayah tempat tinggalnya, namun bisa menyapa mereka yang ada di wilayah lain, bahkan yang terpisah pulau sekalipun.

Tapi di sisi lain, muncul efek negatif, komunikasi langsung menjadi berkurang. Lucunya lagi, meski berhadapan langsung, atau hanya terpaut jarak sepelemparan batu, acapkali dua atau beberapa orang yang terhubung oleh Facebook, lebih suka memakai fitur komunikasi di Facebook untuk berkomunikasi, ketimbang ngomong atau berkunjung langsung untuk mengobrol. Intensitas komunikasi verbal pun berkurang. Bahkan, untuk mengeluarkan uneg-uneg, marah, kecewa, atau sekedar protes, Facebook jadi andalan untuk menumpahkan itu semua.

Yang pasti, Facebook bisa dikatakan telah mengubah secara radikal cara atau gaya berkomunikasi seseorang. Dan itu melanda tak hanya diperkotaan, tapi juga di pelosok-pelosok desa. Terlebih sekarang masyarakat dengan mudah membeli handphone dengan harga miring, tapi sudah dilengkapi aplikasi semacam Facebook dan Twitter. Mereka yang dipelosok pun, tak lagi seperti katak dalam tempurung. Tapi via Facebook atau Twitter, mereka bisa melalangbuana, merajut perkawanan dengan siapapun, tak hanya di wilayahnya, tapi juga di seluruh Indonesia, bahkan lintas negara.

Facebook pun seakan jadi republik sendiri. Sebuah republik yang membuat warganya tak perlu membeli tiket pesawat untuk sekedar dapat ‘mengunjungi’ sahabatnya di seberang lautan. Cukup punya akun Facebook, cari teman, di add lalu di aprove, maka kala online mereka bisa ngobrol gayeng. Jarak pun tak lagi jadi sebuah hambatan. Luas dunia, seakan gampang diringkas, hanya dalam satu genggaman tangan. Hanya via benda mungil, bernama handphone atau smartphone, mereka sudah jadi ‘warga dunia’.

Dulu, pernah ada Friendster, jejaring sosial sebelum lahirnya Facebook. Tapi, karena fiturnya kurang atraktif, maka Friendster di tinggalkan. Apalagi setelah munculnya Facebook yang menawarkan fitur melimpah, Friendster pun tenggelam. Facebook menawarkan semua yang dibutuhkan, sarana narsis, pencarian teman,ruang ekspresi, berbagi informasi, hingga ruang mengobrol bagi para penggunanya. Jadilah, popularitas Facebook melesat. Facebook pun jadi gaya hidup, yang merubah cara komunikasi para penggunanya, khususnya di Indonesia. Dan, di sini, di Indonesia, pengguna Facebook adalah yang nomor wahid, mencapai 60 jutaan orang lebih. Ini bukti,Faceebook di gandrungi.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini