Bencana di Awal April, Banjir, Longsor dan Gejolak Gunung Sinabung

by
April 7th, 2015 at 11:42 am

CiriCara.com – Pada hari Minggu sore, 5 April 2015, melalui layanan broadcast messengernya, Pak Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan bahwa sebagian wilayah di Kabupaten Bandung telah dikepung banjir. Bahkan selain banjir, telah terjadi pula longsor di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Bahkan, dilaporkan satu orang meninggal dunia karena longsor. Banjir dan longsor ini, diakibatkan oleh hujan yang mengguyur Bandung dan sekitarnya, sejak Sabtu kemarin, 4 April 2015.

gunung sinabung

Gunung Sinabung Meletus – Ist/Sumatera Deadline

Namun dalam broadcast messengernya, Pak Sutopo selain menginformasikan banjir yang mengepung sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tapi juga mengabarkan bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kata Pak Sutopo pada hari Jumat, 3 April 2015, sekitar pukul pukul 16.00 WIB, telah terjadi banjir bandang di Kabupaten Pasuruan. Saat ini penanganan banjir bandang telah dilakukan oleh pihak Pemkab Pasuruan. Beberapa desa di Pasuruan, terkena dampak paling parah dari banjir bandang yang melanda Pasuruan. Daerah yang kena dampak banjir bandang adalah Desa Rejo Salam di Kecamatan Pasrepan, Desa Klinter di Kecamatan Kejayaan, Desa Tebas dan Desa Bayangan di Kecamatan Gondangwetan dan Desa Karangpandan di Kecamatan Rejoso. Desa-desa ini adalah desa yang paling parah terkena banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 3 April 2015.

Pak Sutopo juga mengabarkan akibat yang ditimbulkan banjir bandang di Kabupaten Pasuruan yang melanda sejumlah desa di kabupaten tersebut. Menurut Pak Sutopo, akibat banjir bandang itu, ratusan rumah terendam lumpur dengan ketebalan 50-100 centimeter. Di Desa Rejo Salam misalnya, ada 13 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak sedang. Sementara di Desa Klinter, dilaporkan ada 8 rumah rusak berat dan 59 rumah rusak sedang-ringan. Saat ini kata Pak Sutopo, pendataan masih dilakukan.

Sebelumnya, pada hari Kamis, 2 April 2015, Pak Sutopo juga mengirimkan kabar bencana via layanan broadcast messengernya. Kali ini, bukan bencana banjir yang dikabarkan Pak Sutopo. Tapi, gejolak dari Gunung Sinabung, gunung berapi yang ada di Sumatera Utara.

Menurut Pak Sutopo, sejak Rabu, 1 April 2015, aktivitas gunung api Sinabung di Kabupaten Karo terus meningkat. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG sejak Rabu 1 April 2015, terukur tremor menerus, 146 kali gempa  guguran dengan amplitudo maksimum 5-120 mm, dan beberapa teramati luncuran awan panas sejauh 3,5 kilometer ke selatan dengan tinggi kolom 2 kilometer.

Kata Pak Sutopo, pada malam hari teramati guguran lava pijar. Juga terjadi banjir lahar hujan di beberapa tempat yang mengakibatkan jalan rusak. Pada Kamis, 2 April 2015, dilaporkan, terukur 118 kali gempa guguran dengan amplitudo maksimum 5-113 mm, tremor menerus, dan terjadi 22 kali awan panas guguran dengan puncak  sejauh 4 kilometer ke selatan dan 1 kilometer ke tenggara, tinggi abu vulkanik 2 kilometer.

Dan Dari pukul 18.06 sampai dengan 21.09 Wib terjadi 18 kali awan panas guguran. Visual tertutup kabut dan angin timur-tenggara. Status tetap Siaga (level III). Pak Sutopo juga mengabarkan, masyarakat di beberapa desa di sekitar gunung Sinabung, seperti di Desa Sigarang-Garang, Kutagunggung, dan Sukanalu yang berjarak sekitar 3 kilometer dari puncak kawah, panik dan ketakutan. Bahkan sudah bersiap untuk evakuasi. Sebagian warga Dusun Sibintun yang nekat tinggal di rumahnya, terpaksa dikeluarkan oleh aparat menuju ke Kabanjahe ke rumahnya yang telah mereka sewa. Hingga saat ini aparat masih melakukan patroli dan pemantauan di lapangan.

Pak Sutopo juga menginformasikan bahwa pada tanggal 28 Maret 2015 sebanyak 795 KK atau 2.442 jiwa warga Desa Sigarang-Garang dan Sukanalu telah dipulangkan. Karena sesuai rekomendasi PVMBG, kedua desa tersebut aman dari erupsi gunung Sinabung. Posko pengungsian erupsi gunung Sinabung sendiri telah ditutup oleh Bupati Karo karena sudah tidak ada pengungsi.

Pada masyarakat Pak Sutopo menghimbau untuk tetap waspada. Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diminta tidak mendaki dan melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer, dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer untuk sektor selatan hingga tenggara dari gunung Sinabung. Daerah tersebut merupakan bukaan lembah gunung tempat terjadi aliran lava dan awan panas.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini