Sudah 210 Spanduk, Penuh Tanda Tangan Mendukung Ahok

by
April 7th, 2015 at 3:15 pm

CiriCara.com – Hari Minggu siang, 5 April 2015, saya menerima kiriman siaran pers dari Immanuel, Ketua DPP Bidang Organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP). Hari Mingggu itu, BaraJP kembali melakukan aksi penggalangan dukungan dari masyarakat bagi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok.

dukungan untuk ahok

Ist

Aksi penggalangan dukungan kata Emanuel dalam siaran persnya digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Momen Car Free Day (CFD) dijadikan momen untuk meraih dukungan masyarakat Jakarta terhadap sikap dan langkah Ahok ‘melawan begal’ anggaran DKI Jakarta. Penggalangan dukungan kata Emanuel dilakukan dengan cara pembubuhan tanda tangan dukungan pada sebuah spanduk yang telah disiapkan BaraJP. Kata Emanuel, aksi pada Minggu, 5 April 2015, bukanlah aksi yang pertama. Pihak BaraJP, telah melakukan tujuh kali aksi penggalangan dukungan bagi Ahok memanfaatkan momen car free day. Bundaran HI, dijadikan pusat kegiatan aksi. Dan hasilnya, hingga aksi ketujuh, sudah 210 spanduk sepanjang masing-masing 5 meter, penuh dengan tanda tangan warga.

Dalam siaran pers itu juga Emanuel meminta DPRD DKI Jakarta segera membubarkan panitia hak angket yang bertugas menyelidiki pelanggaran yang dilakukan mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Alasan Emanuel, kesimpulan panitia angket, isinya hanya argumentasi kosong saja. Karena itu ia mendesak panitia hak angket lebih baik dibubarkan saja.

Emanuel juga berpendapat, pelanggaran etik seperti yang dituduhkan kepada Ahok oleh panitia hak angket tak rasional. Maka daripada nanti tuduhan itu dimentahkan Kementerian Dalam Negeri, Emanuel meminta dengan legowo panitia hak angket DPRD DKI Jakarta membubarkan diri saja, secara sukarela.

Emanuel pun kemudian mengutip kalimat yang pernah diucapkan Polybius, filsuf Yunani Kuno, yang hidup 200-118 sebelum Masehi. Kata Emanuel, sang filsuf Yunani Kuno itu pernah menyatakan bahwa seorang jenderal yang baik bukan hanya harus tahu bagaimana memenangkan pertempuran, juga harus tahu ketika kemenangan tidak mungkin diraih.

Maka kata dia, jalan terbaik untuk menyelesaikan kisruh tersebut adalah perdamaian. Panitia hak angket DPRD DKI Jakarta membubarkan diri, lalu kemudian berdama dengan Ahok. Ia yakin Ahok adalah orang yang pemaaf. Ia yakin Ahok akan mengulurkan tangan untuk memaafkan panitia hak angket.

Dan dalam siaran persnya, Emanuel juga mengingatkan kalangan dewan di Jakarta, tentang begitu besarnya dukungan masyarakat Jakarta terhadap Ahok seperti yang dilansir oleh hasil survei sebuah lembaga polling terkemuka, Cyrus Network dan Populi Center. Dalam survei Cyrus Network misalnya, 63,4 persen masyarakat Jakarta terkait kisruh anggaran di DKI Jakarta, lebih percaya kepada Ahok, ketimbang DPRD. Dan yang percaya parlemen ibukota hanya 8,6 persen saja yang percaya kepada DPRD.

Mengenai gaya kepemimpinan Ahok, hasil survei Cyrus Network juga mencatatkan hanya 17,5 persen saja responden yang dilibatkan dalam survei menilai Ahok bergaya kasar dalam memimpin. Sementara 50,3 persen responden menilai gaya Ahok itu adalah bukti keberanian.

Begitu juga dengan hasil penelitian yang dilakukan Populi Center, kata Emanuel. Hasil survei Populi Center mencatakan 42 persen warga Jakarta lebih percaya Ahok. Sementara responden yang percaya kepada DPRD hanya 7,4 persen saja. Bahkan menurut hasil survei Populi Center, tingkat kepuasan terhadap Ahok mencapai 70 persen. Hasil survei lainnya sebanyak 62 persen responden yang dilibatkan dalam survei menyatakan setuju Ahok melanjutkan kepemimpinan.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini