Apa itu Suku Lamalohot?

by
April 8th, 2015 at 1:33 pm

CiriCara.com – Suku Lamaholot (Flotim) merupakan suku asli yang mendiami di Kabupaten Flores Timur, Tanjung Bunga, Adonara, Lembata dan Solor (kecuali etnik Kedang) semuanya berada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahasa yang digunakan suku Lamaholot mempunyai varian bahasa yang dinamakan bahasa Lamaholot dengan berbagai dialek-dialeknya. Pada awalnya bahasa yang digunakan adalah bahahasa Lamaholot tunggal, dikarenakan imigrasi dan pencampuran penduduk dari suku-suku lain, maka penduduk Lamaholot asli terpengaruhi dengan bahasa pendatang.

Suku Lamaholot

Suku Lamaholot – Ist

Suku Lamaholot mempunyai mata pencahariannya disamping bercocok tanam seperti menanam padi (bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal di daratan atau jauh dari pantai) adapun yang mendiami dan dekat dengan pantai (laut) mereka bermata pencaharian sebagai nelayan dan mereka umumnya dalam menjalankan aktivitasnya sering menangkap/berburu ikan paus. Penduduk yang aktivitasnya sebagai nelayan berada di desa Lamalera yang berada di pulau Lembata dan desa Lamakera yang masuk di wilayah pulau Solor Timur.

Tradisi penangkapan/berburu ikan paus sudah terjadi sejak nenek moyang, aktivitas tersebut dilakukan sebagai sumber hidup. Dan daging ikan paus hasil tangkapanya dibagi sesuai dengan aturan yang telah disepakati, sebagian ditukar dengan cara barter dengan barang kebutuhan sehari-hari. Mereka beranggapan bahwa daging paus seperti mata uang, bisa ditukar dengan apa saja. Seukuran telapak tangan orang dewasa saja, bisa ditukar dengan sebatang rokok. Menariknya bila ada kabar ikan paus telah tertangkap maka orang-orang yang berasal dari pegunungan berbondong-bondong ke pantai sekaligus membawa hasil pertanian mereka seperti ubi, jagung, padi yang kemudian ‘dibarter’ dengan daging ikan paus.

Dalam bahasa daerah Lamaholot untuk pemburuan ikan paus dinamakan “Nuang Leva” yang artinya musim melaut. Ada dua musim dalam memburu ikan paus yaitu musim Leva pada bulan Mei – Agustus dan musim baleo pada bulan September – April. Dalam satu pecan para nelayan Lamalera dapat menangkap 2-3 ekor ikan paus. Setiap tahunnya nelayan tradisional dan masyarakat bisa menangkap ikan puas kurang lebih 20 ekor. Penangkapan ikan puas sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak tahun 1959 hingga 2007 para nelayan di kabupaten Lembata NTT tersebut hampir 838 ikan paus yang sudah ditangkapnya secara tradisional.

Agama dan kepercayaan suku Lamaholot. Sebelum agama Katolik tiba di wilayah tersebut, masyarakat Lamaholot sudah mengenal Tuhan yang maha Kuasa yang dinamakan ‘Lera Wulan Tanah Ekan’ atau Tuhan Langit dan Bumi, kepercayaan berawal dari keyakinan mereka dengan adanya kekuatan yang dimiliki oleh alam, karena alam dianggap sesuatu yang sakral, contohnya puncak gunung yang tinggi menjulang dan pohon besar yang diyakini mempunyai roh-roh sekaligus tempat tinggal roh-roh halus serta gua-gua yang juga diyakininya sebagai rumah roh-roh para leluhur.

Singkatnya kepercayaan mereka bersifat kosmologis yang artinya bahwa bagi mereka yang mempunyai kekuatan dan manusia dapat dikuasainya sehingga mereka lari dan berlindung kepada alam. Sehingga dalam ritual persembahan terhadap roh-roh halus dalam bahasa suku Lamaholot disebut dengan Koke Bale yang dipersembahkan kepada Lera Wulan Tanah Ekan. Demikian tentang suku Lamaholot dengan kepercayaan yang unik.

Penulis: MasArif

Comment di sini