Asia, Pangsa Pasar Bisnis Pornografi Dunia

by
April 8th, 2015 at 9:04 am

CiriCara.com – Saya pernah membaca sebuah artikel menarik yang dimuat website resmi Badan Intelijen Negara, www.bin.go.id. Dalam artikelnya, situs BIN mengulas tentang liku dan geliat bisnis esek-esek atau bisnis industri pornografi dunia. Dalam artikel tersebut, dimuat pula hasil penelitian yang dilakukan ahli atau pakar komputer Jerry Ropalato yang melakukan penelitian tentang industri pornografi dunia pada tahun 2006.

porno

Ilustrasi – Ist

Dalam penelitian Jerry, tersaji sebuah data mencengangkan tentang rambahan pasar industri pornografi dunia. Menurut penelitian yang dilakukan Jerry seperti yang dikutip situs BIN dalam sebuah artikelnya, Asia kini jadi pangsa pasar utama industri pornografi dunia. Dari Asia, industri pornografi dunia mendulang labanya. Cina, atau Tiongkok adalah negara tempat dulangan laba industri pornografi dunia. Dari negeri tirai bambu ini, industri esek-esek meraup pendapatan 27,4 milyar dollar Amerika Serikat atau setara dengan 270 trilyun.

Negara lain tempat industri pornografi meraup pendapatan adalah Korea Selatan. Menurut hasil penelitian Jerry Lopato, dari negeri ginseng ini, industri pornografi mendulang pendapatan hingga 25,7 milyar dollar atau sekitar Rp 250 trilyun. Dari Jepang, industri esek-esek ini mendapat penghasilan 20 milyar atau Rp 200 trilyun.

Filipina, adalah negara lain yang jadi pangsa pasar utama industri pornografi. Dari negara ini, industri pornografi sukses meraup pendapatan yang sangat besar. Sementara dari Amerika Serikat, yang menjadi negara produsen, industri pornografi meraih pendapatan sebesar 13,3 milyar atau setara dengan 130 trilyun.

Amerika Serikat sendiri, menurut artikel yang saya baca di situs resmi BIN, adalah negara yang dicatat sebagai negara produsen. Bahkan, negeri Paman Sam ini, menurut hasil penelitian Jerry Lopato, adalah negara yang paling banyak memiliki halaman porno di website. Misalnya sampai tahun 2007, tercatat jumlah halaman porno dari negeri Paman Sam, mencapai
244,6 juta halaman.

Jerman menjadi negera kedua terbanyak yang memiliki halaman porno di internet. Jumlahnya mencapai 10 juta halaman. Setelah itu adalah Inggris dengan 8,5 juta halaman porno. Sedangkan untuk Asia, Jepang adalah negara di Asia yang paling banyak memiliki halaman kategori esek-esek. Jumlah halaman porno yang diproduksi negeri matahari terbit itu mencapai 2,7 halaman porno.

Dari sisi usia, pengakses situs porno, cukup mengkhawatirkan. Pengakses situs porno yang berusia 18 hingga 24 tahun mencapai 13,6 persen. Sementara pengakses berusia antara 25-34 tahun sebanyak 19,9 persen. Kemudian pengakses berusia 35-44 tahun sebanyak 25,5 persen. Lalu pengakses berusia 45 – 54 tahun sebanyak 20,67 persen. Dan pengakses dengan usia 55 tahun ke atas sebanyak 20,32 persen. Tapi itu adalah data pada tahun 2006-2007.

Mungkin sekarang telah mengalami pergeseran dengan mudahnya anak-anak belia mengakses internet via hanphone. Menariknya dalam artikel yang dimuat di situs BIN, ternyata wanita juga banyak yang suka membuka situs porno. Bahkan wanita yang doyan bukan situs porno jumlahnya cukup besar yakni mencapai 17 persenan. Dan mereka mengakses situs porno, kebanyakan dilakukan saat bekerja.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini