Lebih dari 53.000 Orang Telah Dieksekusi Mati di Tiongkok

by
April 8th, 2015 at 2:10 pm

CiriCara.com – Pasca pelaksanaan eksekusi 6 terpidana mati , penerapan hukuman mati Indonesia banyak menuai kritikan. Mereka yang mengkritik dan memprotes penerapan hukuman mati, tak hanya para aktivis penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) yang menganggap hukuman mati tak beradab dan bertentangan dengan HAM, tapi yang protes juga adalah kepala negara dari negara yang warganya dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Brasil dan Australia adalah dua negara yang paling lantang memprotes pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, karena ada warganya yang sudah dan masuk daftar eksekusi.

hukuman mati

Ilustrasi hukuman mati – Ist

Setelah 6 terpidana di eksekusi, sudah ada 11 terpidana mati yang menunggu daftar eksekusi. Namun hingga kini, belum ada kejelasan kapan 11 terpidana mati itu dieksekusi. Pemberitaan tentang ini pun, sekarang mulai meredup, tak seheboh ketika ada kabar, bahwa 11 terpidana mati itu akan segera dieksekusi.

Namun untuk urusan mengeksekusi hukuman mati, Indonesia sebenarnya bukan apa-apa dibanding dengan Tiongkok ata Cina yang juga menerapkan hukuman mati bagi mereka yang dianggap telah melakukan kejahatan serius. Tentang ini saya pernah baca ulasan hukuman mati dalam sebuah artikel yang diposting oleh situs www.dw.de.

Menurut situs tersebut dalam sebuah artikelnya, Tiongkok ata Cina, adalah salah satu negara yang paling banyak mengeksekusi tahanannya. Bahkan tahanan yang telah dieksekusi pemerintah Cina atau Tiongkok, jumlahnya mencapai ribuan orang tahanan. Coba bandingkan dengan Indonesia yang hanya mengeksekusi belasan orang.

Dalam artikel yang dimuat situs www.dw.de, disebutkan bahwa sudah lebih dari 53.000 orang tahanan yang telah di eksekusi pemerintah Tiongkok di tahun 2005. Mereka yang dieksekusi itu adalah para pelaku kejahatan sebagian besar adalah pelaku kejahatan narkoba. Situs www.dw.de dalam artikelnya juga menginformasikan bahwa sekitar 470 orang tahanan telah dieksekusi pemerintah negeri Tirai Bambu, pada 2007. Sebagian besar adalah pelaku kejahatan narkotika.

Cina memang mengganggap kejahatan narkotika, adalah kejahatan serius yang tak terampuni. Maka hukuman mati dipilih sebagai cara untuk menimbulkan efek jera. Soal narkotika, memang bisa dikatakan sudah jadi ‘kanker’bagi Tiongkok. Banyak para ‘bandar kakap’ kelas internasional, berasal dari negeri dengan jumlah penduduk terbesar di dunia tersebut.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini