6 Ketidakpuasan Publik Terhadap Pemerintahan JKW-JK

by
April 9th, 2015 at 3:28 pm

CiriCara.com – Ternyata kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JKW-JK) dinilai belum maksimal, kepuasan publik terhadap JKW-JK ternyata baru 75%. Seorang ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan bahwa kepercayaan publik terutama para pelaku pasar terhadap JKW-JK mulai memudar.

jokowi

Wajah gembira Jokowi dan Jusuf Kalla saat ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih di KPU – Ist

Karena yang menjadi penyebab salah satunya adalah ketika nilai tukar Rupiah terhadap dollar menyentuh level terburuk sejak tahun 1988 yaitu tembus Rp.13.000/USD. Disamping nilai rupiah yang semakin terpuruk ada 6 masalah lain yang menyebabkan masyarakat tidak percaya lagi dengan JKW-JK, yaitu:

1. Kebijakan dengan penarikan kembali bantuan traktor

Presiden Jokowi (JW) sering-sering memberikan bantuan secara over berupa mesin traktor kepada petani di pedesaan, saat pak JW melakukan kunjungan (blusukan) ke daerah tertentu sekaligus membawa traktor (tersembunyi/sudah disiapkan panitia) pada suatu daerah di Lampung dan Subang dan wilayah di Jawa Timur, katanya pak JW ingin Indonesia bisa berswasembada beras (mungkin berkeinginan seperti zamanya pak Soeharto dulu).

Akan tetapi persoalan muncul di Ponorogo, ketika pak JW blusukan ke Ponorogo sekitar hari Jumat tanggal 6 bulan 3 tahun 2015, tepatkan ketika sewaktu acara panen raya pak JW sekaligus membawa ratusan traktor untuk dibagikan secara gratisan ke pejuang sawah saat panen raya di Kecamatan Jetis dan Pulung, ketika itu ratusan traktor sudah dipajang.

Usai kunjungan pak JW, ternyata traktor tadi yang telah dipajang di pinggir jalan raya dua kecamatan tersebut diangkut kembali truk tronton. Katanya sih akan dibagikan kepada desa-desa di wilayah Ponorogo yang lain, kenyataannya ditarik kembali. Padahal menurut catatan BPS bahwa di Ponorogo sendiri terdapat 21 Kecamatan ada 279 desa dan 26 kelurahan. Memang banyak yang ‘mlongo’ dan ketidak tahuan dari kepala desa setempat tentang penarikannya kembali traktor tersebut (wah kalau demikian caranya lebih baik nanggap Reog Ponorogo saja yah, lebih mantap dan amazing)

2. Mobil Nasional Dipilih dari Mancanegara

Seorang kepala negera berkunjung ke negara lain adalah suatu kewajaran. Pak JW baru waktu lalu berkunjung ke Malaysia mereka bersepakat dan mendatangani dengan perusahaan otomotif Proton dan PT. Adiperkasa Citra Lestari (PT.ACL) perusahaan milik mantan kepala BIN AM Hendropriyono. Kedua perusahaan tersebut akan mendirikan perusahaan joint venture dalam pembuatan Mobnas, yang aneh kenapa dengan Malaysia? Padahal otomotif yang lebih besar seperti Korea, Amerika, dan Jepang kan ada.

Dan pak JW juga dituding melakukan imbal balik terhadap mantan BIN tersebut karena telah mendukung dan mensukseskan dia selama ini hingga menjadi presiden (wah KKN nya kentara banget, di kabupaten Tegal. Bupati juga begitu kok dengan tim suksesnya). Yang aneh ternyata ada ingkar janji, ketika mobil karya anak bangsa ESEMKA sebagai calon mobil nasional juga ditinggalkan, seharusnya mobil made in ESEMKA dilanjutkan, kan lebih mantap, sekaligus mengurangi angka pengangguran.

3. Peraturan Presiden dengan DP-nya mobil Pejabat

Menurut wakil ketua DPR. AH, menyebutkan bahwa kenaikan uang muka mobilnya pejabat negara belum tentu penting banget untuk dilakukan, kebijakan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 ‘telah’ melukai publik dan masyarakat umum, yang saat ini masih belum merasakan perubahan di era pemerintahan pak JW, persoalan di greesroot belum tuntas, banyak keanehan-keanehan di tengah kenaikan harga BBM, belum lagi rupiah masih down. Yang anehnya lagi pak JW tidak mengecek terlebih dahulu surat pengajuannya.

Comment di sini