Apa itu Suku Cirebon?

by
April 9th, 2015 at 10:14 am

CiriCara.com – Suku Cirebon atau etnis Cirebon merupakan suku asli etnis yang tersebar di Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka (Pakaleran), Indramayu, Kuningan sebelah utara, Pamanukan, Subang sebelah utara dari Blanakan, Karawang, pesisir Pedes, pesisir Cilamaya di Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya, kecamatan Losari di Kabupaten Brebes provinsi Jawa Tengah. Suku Cirebon pada umumnya menggunakan bahasa gabungan antara bahasa Arab, Jawa, dan Tionghoa dan ketiga bahasa tersebut bagi etnis Cirebon disebut dengan bahasa Cirebon, dan uniknya suku etnis Cirebon mempunyai dialek tersendiri dan khas dan mereka namakan Bahasa Sunda Cirebon (BSC).

Suku Cirebon

Suku Cirebon – Ist/dok.Detik Foto

Sebutan Suku Bangsa Tersendiri. Berawal dari keberadaan suku Etnis atau orang Cirebon yang dihubungkan dengan keberadaan Suku Jawa dan Sunda yang kemudian eksistensinya mengarah kepada pembentukan budaya dan tradisi sendiri dimulai dari kerajinan Batik pesisir yang tidak mengikat pada Pakem adat keraton Jawa atau Batik Pedalaman hingga timbul tradisi-tradisi yang bercorak Islam yang disesuikan dengan dibangunnya keraton ala Cirebon sekitar abad ke-15 dan yang berazaskan Islam 100%. Dan eksistensi dari pengakuan bahwa orang Cirebon bukan dari bagian dari kesukuan orang Sunda atau orang Jawa.

Sehingga sekitar tahun 2010 pada sensus penduduk menyebutkan bahwa keberadaan Suku Bangsa Cirebon telah diakui secara nasional sebagai suku tersendiri. Indikator menyebutkan bahwa Suku Bangsa Cirebon adalah suku tersendiri adalah dilihat dari bahasa yang digunakan warga Cirebon yang tidak sama dengan dialek-dialek yang tidak sama persis dengan Suku Sunda dan Suku Jawa, juga dengan nama-nama orangnya yang berbeda dengan kedua suku tersebut.

Adat istiadat Cirebon. Masyarakat Cirebon mempunyai adat-istiadat yang unik dan menarik dan patut kita lestarikan bersama.

  1. Pelakrama Agung (Pernikahan Agung). Adat pernikahan agung yaitu pelaksanaan seserahan pernikahan adat khas Cirebon yang hanya memberi seperti hadiah yang berisi umbi-umbian, mas kawin (berupa cincin), sayuran. Dimana dalam pelaksanaan hajatan tersebut lebih mengutamakan unsur agama Islam adalah menghindari sikap ria (sikap ingin dipuji) dibandingkan dengan unsur lain.
  2. Tetali (meminang). Tetali atau njegog adalah proses awal dari prosesi Pernikahan Agung masyarakat Cirebon, para utusan pihak pria mendatangi ke rumah orangtua si gadis dan menyampaikan maksud kedatangannya untuk meminang si gadis, kemudian si ibu si gadis akan memanggil anak gadisnya untuk dimintai persetujuannya. Si gadis memberikan jawaban yang disaksikan utusan tersebut. Setelah mendapat jawabannya, maka kedua belah pihak (utusan dan orangtua sigadis bermusyawarah menentukan hari pernikahanya) setelah bersepakat maka utusan mohon diri untuk menyampaikan kabar kepada orangtua pihak pria.
  3. Siram Tawandari (Siraman). Siraman mencirikan kesucian tradisi ini sejak Sultan Sepuh ke XIV yaitu Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat berkuasa. Tradisi tersebut memandikan calon pengantin sebelum pelaksanaan akad nikah dimulai, yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin yang menjadi pintu menjelang hidup baru dengan pasangannya.
  4. Ziarah Kubur. Merupakan berdoa untuk leluhur yang telah tiada, apabila calon penganten keturunan dari Raja Cirebon biasanya sebelum pernikahan, terlebih dahulu dilakukan ziarah kubur ke makam Sunan Gunung Jati sekaligus ke makam-makam leluhur raja-raja Cirebon di Kompleks Pemakaman raja-raja Cirebon (Astana Gunung Jati) di desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Demikian tentang Suku Cirebon beserta adat istiadat yang unik dan menarik. Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Artikel lainnya: Apa itu Suku Osing?

Comment di sini