Keunikan Khutbah Jumat di Negeri Paman Obama

by
April 9th, 2015 at 10:49 am

CiriCara.com – Pada hari Minggu, 5 April 2015, saya mendapat kiriman sebuah link berita dari teman saya yang berisikan kisah atau pengalaman nyata yang dialami oleh Ustadz Reza M. Syarief. Ustad Reza M Syarief ini, selain sebagai ustad juga terkenal sebagai motivator yang laris manis diundang kemana-mana.

masjid

Masjid di Amerika – Ist

Nah, di berita itu dicerita tentang pengalaman ustad Reza M Syarief saat berkunjung ke negeri Paman Obama atau Amerika Serikat. Kunjungan ke Amerika Serikat itu dituturkan Ustad Reza M Syarief, ketika ia menghadiri acara bertajuk,” peletakan Batu Pertama, Taklim dan Penggalangan Dana, Shodaqah dan Lelang Masjid Al Falah”, di kompleks perumahan Grand Depok City, Depok, pada hari Minggu, 8 Maret 2015.

Di acara itulah Ustad Reza M Syarief menceritakan kembali pengalamannya berkunjung ke Amerika Serikat, negeri adidaya yang sekarang dipimpin oleh Presiden Barack Obama. Menurut Ustad Reza, negeri besar yang kerap dinilai negara ‘pongah’ tersebut, ternyata banyak memiliki keunikan dan kekhasannya yang jarang terungkap ke permukaan. Terutama tentang kehidupan penduduknya yang menganut agama Islam di negara tersebut. Seperti diketahui, penduduk muslim di Amerika Serikat, adalah minoritas. Tapi, kehidupan muslim di sana berlansung dinamis. Bahkan, terjadi peningkatan pemeluk Islam di Amerika Serikat. Meski pernah mengalami masa sulit pasca terjadinya tragedi 11 September.

Nah, suatu waktu menurut Ustad Reza, ia diminta memberi khutbah Jumat di salah satu mesjid yang ada di Amerika Serikat. Setelah memberi khutbah, Ustad Reza mengaku kaget tak kepalang, karena pengurus mesjid meminta dia untuk kembali memberi khutbah Jumat. Bahkan dia diminta memberi khutbah Jumat, sampai tiga kali. Usut punya usut, ternyata ia diminta memberi khutbah Jumat di mesjid itu karena jumlah jemaah yang datang jumlahnya tiga kali lipat dari kapasitas atau daya tampung mesjid.

Di Amerika Serikat sendiri menurut Ustad Reza berlaku aturan pemeluk sebuah agama tak boleh beribadah di jalan raya. Jadi kendaraan jamaah pun dilarang parkir di jalan raya. Jika melanggar dipastikan akan kena tilang. Sanksi denda pun akan menanti bagi yang melanggarnya. Kata Ustad Reza dari sisi ini, Pemerintah Amerika Serikat, memang sangat melindungi dan menjamin hak-hak publik pengguna jalan raya.

Karena itu, dilarang pemeluk agama apapun beribadah di jalan raya. Untungnya, mesjid- mesjid di negeri Paman Sam, rata-rata punya lahan parkir yang luas. Ini bertujuan agar para jemaah yang akan menunaikan ibadah, tak memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Sehingga hak pengguna jalan tak terganggu. Ustad Reza pun kemudian membandingkan dengan Indonesia. Di tanah Air, atasnama untuk beribadah, misalnya hendak solat Jumat, para jemaah banyak yang memarkirkan kendaraan di pinggiran jalan. Ini memang dimaklumi, karena banyak mesjid di Indonesia tak memiliki lahan parkir yang luas.

Apalagi bila digelar misalnya tablig akbar, kendaraan para jemaah, diparkir disembarang tempat. Bahkan kerapkali sampai harus menutup jalan. Tentu, para pengguna jalan pun terganggu, karena tak bisa melewati jalan yang dipakai untuk acara tablig akbar.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini