Apa Itu Kamikaze?

by
April 10th, 2015 at 10:52 am

CiriCara.com – Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata Kamikaze? Jangan membayangkan jurus pendekar Jepang, ya! Kamikaze adalah salah satu istilah yang terkenal dalam sejarah Jepang. Lalu, apa sebenarnya arti kata Kamikaze?

Kamikaze

Ist

Secara harfiah, kata ‘Kamikaze’ berarti ‘angin ilahi’. Istilah ini telah diserap dan digunakan secara umum dalam bahasa Inggris. Sebenarnya, kata ini berasal dari era samurai. Pada tahun 1274 Jepang diserang oleh pasukan tentara Mongol di bawah pimpinan Kubilai Khan, tetapi tentara mundur karena disapu oleh angin taifun. Pada tahun 1281, Mongol kembali menyerang dengan pasukan yang lebih besar. Namun,angin taifun kembali muncul dan memporak-porandakan pasukan tentara Mongol,sehingga memaksa mereka untuk mundur. Lalu, para samurai Jepang menyebut angin yang menyelamatkan Jepang itu dengan nama Kamikaze. Menurut kepercayaan mereka, angin taifun diciptakan oleh Dewa Petir Raijin dan Dewa Angin Fuujin.

Setelah era Samurai berakhir, istilah Kamikaze memiliki makna baru. Pada era Perang Dunia II, Kamikaze adalah istilah ‘bunuh diri’ dalam propaganda nasionalis Jepang. Kamikaze adalah tindakan yang dilakukan oleh pilot pesawat tempur untuk melakukan serangan bunuh diri kepada musuh. Pilot akan menjadi ‘angin ilahi’ untuk menyapu pasukan musuh. Kamikaze dimaksudkan untuk menciptakan keajaiban yang akan memutarbalikkan kondisi perang. Dengan Kamikaze, prajurit rela berkorban untuk mati secara bebas, tidak di tangan musuh, untuk menjaga kehormatan negara dan dapat membawa kematian musuh bersamanya.

Sebelum menerbangkan pesawat, para pilot Kamikaze diperlakukan sebagai pahlawan di penghujung hidupnya. Ia dijamu dengan sake kelas elit yang sulit ditemukan saat perang. Selain itu, pesawatnya dilap karena dianggap sebagai peti matinya. Selanjutnya, pilot Kamikaze melangkah ke pesawatnya dengan bangga dan siap mati demi negara.

Jepang mencapai titik nadirnya setelah bom atom Amerika jatuh di kota Hiroshima dan Nagasaki. Setelah menyerah pada Sekutu, Kaisar Hirohito bukannya mencari sisa tentaranya. Ia malah mencari guru yang masih hidup. Kaisar paham, pendidikan sangat penting untuk membangun bangsa. Pelan tapi pasti, Jepang menguasai teknologi. Meski kalah perang, Jepang bangkit. Poin terpenting bagi Jepang adalah kemampuan untuk bangkit dari kekalahan. Pepatah Jepang mengatakan, jatuh tujuh kali, bangkitlah delapan kali. Semangat!

Penulis: Khaeriya

Comment di sini