Bursa Saham Unik di Zimbabwe

by
April 10th, 2015 at 9:24 am

CiriCara.com – Pernah ke negara Zimbabwe? Negeri ini berada di benua Afrika. Posisi Zimbabwe, berdekatan dengan negara Afrika Selatan dan sejumlah negara lainnya di benua ‘hitam’. Bentuk negara itu sendiri, menganut sistem republik, dengan Presiden sebagai kepala negara. Sementara kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri.

Zimbabwe

Ist

Dalam buku pintar, terbitan Upaya Warga Negara cetakan ke-18 yang disusun Iwan Gayon diulas juga tentang Zimbabwe. Dalam buku itu disebutkan, bahwa zimbabwe adalah negara yang berada di benua Afrika. Nama resminya adalah Republic of Zimbabwe. Zimbabwe sering disebut pula dengan nama Rhodesia. Zimbabwe terletak di sebelah selatan Afrika Selatan. Negara ini juga dikelilingi oleh negara seperti Zambia di sebelah utara, lalu Mozambiq di sisi timur, Botswana di sebelah barat.

Robert Mugabe adalah kepala pemerintahan sekaligus kepala negara kulit hitam pertama di negeri tersebut. Dari sisi suku bangsa yang mendiami Zimbabwe, suku Shona menjadi suku paling dominan, lalu disusul suku Ndebele, Eropa, Asia dan lain-lain.

Nah, yang mau saya ceritakan dalam tulisan ini bukan soal Robert Mugabe yang berkuasa hingga puluhan tahun, bahkan lamanya kekuasaan Mugabe melebihi mendiang Soeharto, mantan penguasa Orde Baru di Indonesia. Tapi yang hendak saya ulas di artikel ini adalah tentang Bursa efek yang di Negeri Zimbabwe. Bursa efek yang ada di Zimbabwe menurut saya sangat unik. Mungkin juga satu-satunya di dunia. Apa keunikannya?

Di Zimbabwe ini ada bursa efek yang khusus untuk kulit hitam. Bursa efek khusus ini memang berbau rasialis. Tapi memang begitulah adanya, pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk membuat bursa efek khusus untuk kulit hitam. Jadi di bursa efek khusus ala pemerintah Zimbabwe ini, hanya orang atau warga kulit hitam yang dibolehkan membeli saham perusahaan asing yang dinasionalisasi pemerintah Zimbabwe.

Fakta unik tentang bursa efek khusus Zimbabwe ini saya dapatkan setelah membaca sebuah berita yang dimuat Majalah Tempo, edisi 12-18 Agustus 2013. Dalam berita itu, Majalah Tempo mengutip pemberitaan yang dilansir The Telegraph, yang menyatakan bahwa pemerintah Zimbabwe di dibawah Mugabe yang kembali terpilih akan menasionalisasi perusahaan-perusahaan tambang asing yang ada di negara tersebut.

Zimbabwe sendiri adalah negara di Afrika penghasil platinum dan emas. Jadi, perusahaan-perusahaan asing ini, diperintahkan untuk menyerahkan 51 persennya pada negara, tanpa kompensasi apapun. Nah, saham-saham itulah yang diperdagangkan di bursa efek khusus untuk warga atau penduduk kulit hitam di Zimbabwe.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini