Kisah Sang Wisanggeni

by
April 10th, 2015 at 2:49 pm

CiriCara.com – Wisanggeni atau Bambang Wisanggeni merupakan seorang tokoh terkenal dari pewayangan dan tidak terdapat dalam perceritaan Mahabarata,  sebab Wisanggeni tokoh asli dari pujangga Jawa dan ia dikenal sebagai putra dari Arjuna terlahir dari seorang bidadari dengan nama Batari Dresanala. Wisanggeni ini tokoh yang istimewa di dalam cerita pewayangan made in Jawa, mempunyai sifat berani dan tegas serta sakti mandraguna.

wisanggeni

Wisanggeni – Ist

Kisah kelahiran. Cerita kelahiran sanga Wisanggeni diawali dengan kecemburuan Dewasrani seorang putrid dari Batari Durga terhadap Arjuna yang terlebih dahulu menikahi Batari Dresanala, akhirnya Dewasrani merengek kepada ibunya agar memisahkan pernikahan mereka. Akhirnya Durga menghadap kepada suaminya yaitu Batara Guru raja para dewa. Atas desakan san Durga, maka Batara Gurupun memerintahkan supaya Batara Brama menceraikan Arjuna dan sang Dresnala. Namun keputusannya ditentang olehBatara Narada, selaku penasehat Batara Guru kemudian iapun mengundurkan diri dan memilih membela dengan sangat kepada Arjuna.

Sehingga pada suatu saat Brama kembali ke kahyangan untuk segera menyuruh sang Arjuna pulang ke alam dunia dengan alasan bahwa Dresanala hendak dinobatkan sebagai Batara Guru sebagai penari di kahyangan utama. Sang Arjunapun menurut tanpa curigation. Dan setelah sang Arjuna pergi, Bramapun menghajar Dresnala untuk mengeluarkan paksa janin yang dikandungnya.  Sehingga ia melahirkan belum waktunya, kemudian Durga dan Dewarani datang menjemputnya, semantara itu Brama membuang cucunya sendiri yang baru lahir ke kawah Candradimuka di sebuah gunung Jamurdipa.

Akan tetapi dari kejauhan Narada secara sembunyi mengawasi kejadian itu, sehingga ia membantu bayi Dresnala untuk dikeluarkan dari kawah. Dan secara ajaib (cerita yang panjang) sang bayi tumbuh menjadi seorang pemuda yang macho dan tampan. Kemudian Narasa memberikan nama Wisanggeni yang berarti ‘racun api’.

Sifat dan kesaktian. Secara lahiriyah sang Wisanggeni digambarkan sebagai pemuda yang terkesan angkuh tetapi mempunyai hati yang lembut, baik hati dan suka menolong dan ia tidak tinggal di dunia bersama para Pandawa, melainkan mendiami di kahyangan Sanghyang Wenang leluhur para dewa. Untuk berkomunikasi Wisanggeni tidak menggunakan bahasa Jawa halus (karma) kepada siapapun, kecuali kepada Sanghyang Wenang.  Sifat kesaktiannya diceritakan melebihi putra-putra Pandawa lainnya seperti: Gatutkaca, Antareja ataupun Abimanyu, sedangkan sepupunya yang setara dengan kesaktianya yang bernama Antasena mempunyai sifat yang berbeda dengan Wisanggeni yang polos dan lugu.

Demikian tentang Sang Wisanggeni dengan kesaktiannya. Selamat merenung.

Penulis: MasArif

Comment di sini