Ujian Nasional Bukan “Begal”

by
April 13th, 2015 at 8:49 am

CiriCara.com – Ujian nasional (UN) tingkat SMA/Sederajat hari ini sudah dilaksanakan secara serentak. Mungkin bagi yang sudah terbiasa dan istiqomah belajar, hal tersebut tidak menjadi kendala sebab jauh-jauh hari sudah dipersiapkan dengan matang. Disamping belajar secara wajar dan sesuai materi yang mereka kuasainya.

un 2014

Ujian Nasional (UN) – Ist

Dan bagi mereka yang kurang PD maka jalan ditempuh adalah mengikuti kursus privat atau kursus regular yang biasanya diselenggarakan oleh pihak sekolah. Tetapi di lain pihak, Ujian Nasional ini seakan menjadi momok bagi sebagian siswa, kenapa? Sebab bagi mereka (siswa/siswi) yang ternyata pada hasil akhirnya tidak lulus/gagal, maka mereka beranggapan bahwa :

  • Siswa akan malu sepanjang hidupnya
  • Ujian Nasional menjadi ujian finish bagi kehidupan
  • Siswa yang tidak lulus ujian nasional maka tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi (bagi SMA)

Ujian Nasional merupakan ‘dolanan’ (mainan) dari penguasa. Kita bisa bayangkan, mereka yang sudah menghabiskan masa sekolahnya selama 3 tahun (SMP/SMA) mengenyam pendidikan, masa depannya akan terhempas begitu saja karena dipertaruhkan hanya ujian beberapa hari, lebih ekstremnya lagi. Dengan kejadian tersebut, akan menjadi lucu, sepertinya menjadi sebuah adegan yang mana pendidikan bangsa selalu terjadi siswa menjadi stress dan dihargai hanya selembar kertas. Selembar kertas yang kadang-kadang tidak bisa menolong apa-apa untuk bekal kehidupan berikutnya, dan terkadang pula hanya menjadi hiasan pelengkap di dinding ruang tamu, atau bahkan disimpan di almari saja?

Ujian Nasional janganlah dibuat siswa merasa terkekang dan menjadikanya paranoid ujian nasional itu bukanlah seperti “Begal” yang siap untuk merampok kebahagiaan siswa, jika kita cermati bersama bahwa ujian nasional yang diterapkan di negeri kita adalah sistem evaluasi yang terkesan timpang bagi siswa. Terkesan timpangnya karena sudah tersetting yang seakan-akan direkayasa oleh ‘Pemerintah’. Ambil contoh adalah dengan penetapan soal yang sama bagi semua instansi pendidikan yang ada di negera ini. Namun, tidak semua sarana dan prasarana yan ada di setiap instansi itu sama.  Hal tersebut sepertinya ujian nasional hanya menguntungkan segolongan pihak semata, yaitu sekolah-sekolah yang memiliki sarana prasarana yang lebih dari cukup memadai serta mempunyai guru-guru yang berkualitas. Dan umumnya sekolah tersebut adalah sekolah unggulan yang diuntungkan.

Ada baiknya sistem pendidikan di negara ini mencontoh dari sistem pendidikan negara Finalandia yang menjadikan Ujian Nasional bukanlah sebagai momok yang menakutkan, namun Ujian Nasional yang digelar serentak dengan jadwal dan bulan tertentu hanyalah sebagai pemetaan semata, dan hasilnyapun kemudian diinformasikan kepada pihak sekolah dalam rangka perbaikan. Hingga saat ini negara yang memproduk Nokia tersebut menjadi sorotan dan perhatian dunia karena reformasinya pendidikanya yang berhasil. Untuk itu ada baiknya para penguasa di negeri ini melakuan reformasi secara menyeluruh dan besar-besaran guna memperbaiki mutu pendidikan, diantaranya adalah dengan memperbincangkan kembali sisem Ujian Nasional yang bisa menekan siswa menjadi sistem yang ramah serta tidak menakutkan.

Penulis: MasArif

Comment di sini